Dari kiri ke kanan: Sam Altman, Presiden Donald Trump, dan Mark Zuckerberg yang tampak semakin mempererat hubungan politik dan bisnisnya. (Financial Times)
JawaPos.com — Hubungan Mark Zuckerberg dan Sam Altman dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kian erat setelah relasi presiden dengan Elon Musk memburuk pada pertengahan tahun ini.
Kedekatan itu tampak jelas ketika pada sebuah jamuan makan malam di Gedung Putih, Zuckerberg duduk di sisi kanan Trump, sementara Altman menghadap dari seberang meja.
Dilansir dari Financial Times, Senin (29/9/2025), sejumlah pejabat Washington dan orang dalam perusahaan menyebut kedekatan ini merupakan hasil perencanaan matang.
Baik Zuckerberg, pendiri Meta, maupun Altman, CEO OpenAI, disebut sengaja mendekat ke lingkaran Trump, meski sebagian pejabat Gedung Putih tetap skeptis terhadap keduanya yang sebelumnya dikenal sebagai donor Partai Demokrat.
Menurut seorang sumber terdekat pemerintahan, hubungan tersebut lebih bersifat pragmatis. “Jika Anda mengeluarkan investasi AI dari perekonomian, kita mungkin akan berada dalam kondisi yang sangat, sangat buruk. Itulah alasan kedekatan itu,” ujarnya seperti dikutip Financial Times.
Musk sendiri jarang hadir di Washington sejak Mei lalu dan baru bertemu kembali dengan Trump saat menghadiri upacara mengenang aktivis konservatif Charlie Kirk pekan ini.
Sebaliknya, Zuckerberg dan Altman sudah sekitar enam kali mengunjungi Gedung Putih tahun ini, sembari terus melontarkan pujian atas kebijakan pemerintahan Trump.
Secara strategis, keduanya mencari dukungan Gedung Putih demi memperluas peluang komersial dan meminimalkan hambatan regulasi dalam membangun kekuatan bisnis AI mereka.
Trump pun diuntungkan, terutama setelah Zuckerberg berkomitmen menanamkan investasi sebesar 600 miliar dolar AS atau sekitar Rp 10.044 triliun (dengan kurs Rp 16.740 per dolar AS) di Amerika Serikat hingga 2028.
Selain itu, Meta dan OpenAI juga melonggarkan pembatasan penggunaan teknologi AI untuk kepentingan militer. Langkah ini memberi nilai tambah bagi Trump, yang kerap menampilkan dukungan dari raksasa teknologi sebagai bukti keunggulan Amerika di hadapan Tiongkok.
Altman sendiri, yang pada 2016 pernah menulis bahwa kemenangan Trump adalah “hal terburuk dalam hidupnya”, kini menjadi bagian dari lingkaran dekat presiden.
Tahun ini dia bahkan ikut dalam lawatan Trump ke Arab Saudi dan kunjungan kenegaraan ke Inggris, di mana dia menghadiri jamuan makan malam bersama Raja Charles III dan Ratu Camilla.
Kedekatan ini juga ditopang oleh Larry Ellison, pendiri Oracle sekaligus tokoh konservatif, yang sejak awal mendorong Altman masuk ke lingkaran pemerintahan.
“Di kalangan dekat Trump ada pemahaman bahwa banyak tokoh teknologi kini menyesuaikan diri dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya. Jika Anda mendukung Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump, itu dianggap sebagai kemenangan baginya,” ujar seorang sumber yang mengetahui koneksi tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022