
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan (kiri) bersama Menhut Raja Juli Antoni (tengah) membahas potensi tanaman obat di Indonesia. (Humas Kemenhut)
JawaPos.com-Indonesia mendapat karunia luar biasa dari Sang Pencipta. Yaitu keanekaragaman hayati.
Tercatat Indonesia mempunyai 30 ribu spesies tumbuhan. Dari jumlah tersebut, 9.600 spesies di antaranya mempunyai khasiat untuk obat. Hanya saja sampai saat ini baru sekitar 300 spesies yang masuk dalam sistem pengobatan modern.
Pemerintah tidak ingin tinggal diam. Penelitian atau riset produksi obat-obatan herbal atau berbasis tanaman lokal akan semakin ditingkatkan.
Di antaranya lewat pembangunan Taman Sakns Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2). Lokasinya berada di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Secara khusus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan meninjau kompleks riset tersebut.
Luhut datang dengan didampingi Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Turut hadir juga Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Dalam kesempatan itu Luhut mendukung keberadaan TSTH2 itu. Diharapkan bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Dalam kesempatan itu Menhut Raja memastikan dukungannya terhadap TSTH2 yang memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan.
"Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura ini merupakan KHDTK atau Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus," kata Raja.
Dia mengatakan saat ini ada 35 KHDTK di seluruh Indonesia. Sementara untuk KHDTK di Kabupaten Humbang Hasundutan itu, merupakan salah satu yang paling baru.
Dengan segala otoritas yang dimiliki di sektor kehutanan, Kemenhut akan mendukung sepenuhnya pengembangan KHDTK untuk pembangunan TSTH2. Raja mengatakan hadirnya TSTH2 itu sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto salah satunya terkait ketahanan pangan hingga puat tanaman herbal.
Dia menuturkan Indonesia memiliki lebih dari 30.000 spesies tumbuhan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.600 jenis di antaranya diketahui memiliki khasiat obat. Sayangnya dari sekian banyak tanaman yang berkhasiat tersebut, saat ini hanya sekitar 300 spesies yang sudah masuk dalam sistem pengobatan modern. Artinya sudah bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan di Indonesia.
"TSTH2 ini sangat sejalan dengan program prioritas Pak Presiden Prabowo Subianto terkait food estate dan ketahanan pangan, dimana membutuhkan bibit dan tanaman yang berkualitas," ujar Raja Juli.
Dia menegaskan potensi Indonesia sebagai pusat obat herbal dunia sangat terbuka luas. Sehingga akan digarap dengan lebih serius lagi. Pengembangan TSTH2 ini membutuhkan kolaborasi dan dukungan peningkatan kapasitas mayarakat lokal.
Menurut dia, peningkatan ini bisa dilakukan dengan kerja sama bersama Kemenhut melalui BP2SDM. Tanaman yang bisa digunakan sebagai obat, di antaranya adalah jenis umbi-umbian sebagai bahan baku obat. Kemudian juga ada beberapa jenis tanaman daun. Misalnya yang sedang diteliti BRIN saat ini adalah daun kelor.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
