Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Mei 2026 | 22.56 WIB

Kemenhut Target 13 Taman Nasional Jadi Kawasan Konservasi Kelas Dunia, TNBTS di Jatim Jadi yang Piloting

Menhut Raja Juli Antoni bersama Ketua Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional Hashim Djojohadikusumo dalam rapat di Jakarta. (Kemenhut) - Image

Menhut Raja Juli Antoni bersama Ketua Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional Hashim Djojohadikusumo dalam rapat di Jakarta. (Kemenhut)

JawaPos.com–Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menarget 13 taman nasional menjadi kawasan konservasi kelas dunia. Dalam pelaksanaan program tersebut, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur (Jatim), menjadi piloting.

Selain TNBTS, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan, Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk dalam rencana tersebut.

Khusus TNBTS yang sudah ditetapkan sebagai piloting, Raja Juli menyampaikan bahwa akan dilakukan revitalisasi besar-besaran. Agar berjalan dengan lancar, pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional.

Saat ini, Satgas tersebut tengah merumuskan langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola taman nasional di Indonesia. Nantinya, kata Raja Juli, 13 taman nasional tersebut akan dijadikan proyek percontohan atau pilot project untuk dikembangkan menjadi kawasan konservasi berkelas dunia melalui skema pembiayaan inovatif.

Raja Juli memastikan, pengelolaan taman nasional harus mengedepankan prinsip keberlanjutan. Tidak hanya itu, dia ingin seluruh taman nasional di Indonesia wajib melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam ekosistem perlindungan hutan.

”Hampir mustahil kita bisa menjaga taman nasional kita tanpa bantuan masyarakat,” kata dia dalam keterangan resmi pada Jumat (1/5).

Menteri yang juga politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu pun menekankan pendekatan ecology before tourism dalam pengelolaan kawasan konservasi. Dia memastikan kehadiran Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional bukan untuk mengkomersialkan taman nasional. Melainkan memprioritaskan kelestarian ekologi.

”Pendekatan yang kami dorong adalah menjaga dan melestarikan alam. Serta mengembangkan ekowisata berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat,” ucap dia.

Dalam keterangan yang sama, Ketua Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa kehadiran satgas tersebut untuk mendukung kabinet Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan tugas, khususnya terkait pengelolaan taman nasional.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore