Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 02.03 WIB

Merawat Kasidah Agar Tak Punah, Seni Budaya Islam sekaligus Sarana Syiar

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Ahmad Zayadi (tengah) dalam pengumuman seleksi grup kasidah dalam Festival Seni Budaya Islam 2025. (Hilmi/Jawa Pos) - Image

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Ahmad Zayadi (tengah) dalam pengumuman seleksi grup kasidah dalam Festival Seni Budaya Islam 2025. (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Musik kasidah sempat booming di Indonesia pada dekade 1990-an sampai 2000-an silam. Kementerian Agama (Kemenag) berupaya melestarikan musik kasidah supaya tidak punah. Pasalnya musik kasidah merupakan bagian dari seni kebudayaan Islam khas Indonesia.

Upaya Kemenag melestarikan kasidah dilakukan lewat Festival Seni Budaya Islam 2025. Dari ajang tersebut sebanyak enam grup kasidah terbaik dari 32 provinsi. Mereka nantinya akan tampil eksklusif di ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 13–16 Oktober depan.

Keenam grup kasidah terbaik itu adalah Bismillah dari Bali. Kemudian ada El-Lazka (Jawa Barat), Hidayatul Insan (Kalimantan Tengah), Kabupaten Tangerang (Banten), MAN Satoe Voice (Jawa Timur), dan Syaf An-Nur (Sumatra Utara). Penetapan dilakukan melalui seleksi berjenjang dari tingkat provinsi hingga nasional pada 4–8 September lalu.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Ahmad Zayadi mengatakan, festival kasidah itu bukan sekadar lomba. Tetapi menjadi sarana pelestarian seni budaya Islam Nusantara. “Kami ingin menghadirkan kasidah sebagai garda terdepan syiar Islam yang menyejukkan serta membangun harmoni,” ujar Zayadi di Jakarta pada Rabu (10/9).

Zayadi menjelaskan, penilaian seleksi kasidah mencakup beberapa aspek. Seperti aspek vokal, aransemen, penampilan, dan adab. Kriteria ini menilai kualitas suara, kreativitas, penguasaan panggung, serta kesantunan peserta di atas panggung. “Proses ini melibatkan koordinasi juri agar standar penilaian tetap objektif,” tegasnya.

Menurut Zayadi, festival kasidah itu menjadi ruang apresiasi sekaligus upaya mendidik generasi muda dan mendorong kolaborasi seniman. “Setiap penampilan adalah kontribusi penting dalam memperkaya khazanah seni budaya Islam di Indonesia,” katanya.

Zayadi juga menambahkan bahwa setiap provinsi memiliki kekhasan kasidah. Keanekaragaman itu menjadikan festival lebih kaya sekaligus sarana belajar antar daerah. Peserta seleksi tersebut, berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari lembaga pendidikan, komunitas seni, hingga instansi pemerintah. "Hal ini menunjukkan bahwa kasidah bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana pendidikan dan dakwah," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Subdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam Kemenag Wida Sukmawati menambahkan bahwa selain enam besar, peserta dari 26 provinsi lain juga memberikan warna kompetisi. Yaitu melalui penampilan kasidah yang sarat pesan moral, spiritual, dan nilai kemanusiaan. "Kami berharap setiap penampilan tidak hanya memukau dari segi seni, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat dalam menebarkan kebaikan dan nilai-nilai Islami," ujarnya.

Wida menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi. "Grup-grup muda bekerja sama dengan penggiat seni berpengalaman untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan kasidah," jelasnya. Menurut dia juri juga memberi perhatian pada adab dan etika penampilan, yang dianggap sama pentingnya dengan vokal maupun aransemen musik. Hal itu bertujuan agar pesan yang disampaikan lebih menyentuh dan membangun karakter audiens.

Wida berharap syiar kasidah terus menggema, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Melalui kasidah, nilai-nilai moral dan spiritual dapat tersampaikan dengan cara yang indah dan menyentuh hati masyarakat. Sebagai simbol Islam yang damai, sejuk, dan harmonis.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore