Psikolog sekaligus praktisi pengembangan SDM Endang Retno Wardhani dalam diskusi pendidikan di Jakarta (16/5).
JawaPos.com-Kurikulum pendidikan di Indonesia terus mendapatkan sorotan. Sebab lulusan yang dicetak lembaga pendidikan, sulit bersaing di dunia kerja. Psikolog sekaligus praktisi pengembangan SDM Endang Retno Wardhani mengatakan, kurikulum yang berlaku saat ini masih belum selaras dengan kompetensi dasar di dunia kerja.
"Ini dari perspektif saya sebagai konsultan," katanya dalam diskusi pengembangan SDM yang digelar Zillearn di Jakarta pada Selasa (16/5). Perempuan yang akrab disapa Dhani itu mengatakan dia sudah mempelajari konten atau isi kurikulum yang diterapkan di lembaga pendidikan di tanah air.
Menurut Dhani, kecenderungan dunia kerja saat ini, mencari talenta muda yang sesuai dengan kompetensi dasar perusahaan masing-masing. Dia mengatakan pemerintah sejatinya sudah berusaha menyelaraskan isi kurikulum dengan kebutuhan di dunia kerja. "Tapi ini tidak bisa cepat dan tidak mudah," jelasnya.
Dhani mengatakan tugas berat dunia pendidikan di Indonesia tidak hanya di bidang isi kurikulum. Tetapi juga soal literasi. Dia menuturkan literasi masyarakat sampai saat ini masih menjadi tantangan. Dia mencontohkan saat ini banyak platform pembelajaran secara online. Tetapi tingkat akses atau penggunaannya belum maksimal.
Dia berharap ada upaya bersama antara dunia pendidikan dan industri. Di satu sisi dunia pendidikan menyiapkan kurikulum yang sesuai dengan dunia industri. Di sisi lain dunia kerja menjadikan upaya peningkatan skill karyawannya sebagai sebuah investasi. "Masih ada yang menjadikan peningkatan skill sebagai cost," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Chair Manof Zillearn Suparno Adijanto sebuah negara harus bisa mengelola sumber daya alam, sumber daya keuangan, dan sumber daya manusia (SDM). Dia menjelaskan beberapa negara dengan SDM yang terbatas, bisa menjadi negara maju. Seperti Singapura dan Swiss. "Modalnya adalah peningkatan kualitas SDM," katanya.
Dia menjelaskan Indonesia merupakan negara kepulauan dengan ribuan pulau. Sehingga terdapat tantangan dalam pengembangan layanan pendidikan. Untuk itu pemanfaatan teknologi informasi dalam memberikan layanan pendidikan menjadi peluang yang baik. (*)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
