Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Agustus 2025 | 21.56 WIB

5 Fenomena Alam Terjadi Bersamaan, BMKG Beberkan Penyebab Cuaca Ekstrem Agustus Ini, Waspadai Dampaknya

Cuaca ekstrem di Surabaya, adanya potensi hujan es selama tiga hari ke depan, warga diminta waspada. (Riana Setiawan / Jawa Pos) - Image

Cuaca ekstrem di Surabaya, adanya potensi hujan es selama tiga hari ke depan, warga diminta waspada. (Riana Setiawan / Jawa Pos)

JawaPos.com-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda Indonesia pada Agustus 2025. Hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem terpantau terjadi di berbagai wilayah. Hal itu dapat memicu potensi banjir, longsor, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyebutkan curah hujan ekstrem terjadi di sejumlah provinsi. Bengkulu mengalami 160,8 mm/hari pada 1 Agustus, Maluku 203,5 mm/hari pada 3 Agustus, Sumatra Barat 176,5 mm/hari pada 8 Agustus, dan Jawa Barat 254,7 mm/hari pada 9 Agustus.

Hujan sangat lebat juga dilaporkan di Kalimantan Barat, Papua Tengah, Jakarta, Banten, Jambi, Kepulauan Riau, Papua Barat Daya, dan Sulawesi Tenggara. "Hujan sangat lebat juga terjadi di Kalimantan Barat, Papua Tengah, Jakarta, Banten, Jambi, Kepulauan Riau, Papua Barat Daya, dan Sulawesi Tenggara. Menurutnya, kondisi ini selaras dengan prakiraan BMKG tentang meningkatnya curah hujan di awal bulan," ujarnya, Senin (11/8).

Penyebab Cuaca Ekstrem: Kombinasi 5 Fenomena Atmosfer

Menurut Guswanto, peningkatan curah hujan ini dipicu oleh kombinasi fenomena atmosfer. Sedikitnya, terdapat lima fenomena yang terjadi saat ini, seperti:

  1. Madden-Julian Oscillation (MJO)
  2. Gelombang atmosfer
  3. Pengaruh tidak langsung bibit siklon tropis 90S dan 96W
  4. Sirkulasi siklonik
  5. Perlambatan dan pertemuan angin di sekitar Indonesia

Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menambahkan, faktor lain yang turut memperparah kondisi adalah Indeks Dipole Mode negatif. Kombinasi faktor ini memicu masifnya pembentukan awan hujan, yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang.

“Ini menandakan adanya aliran massa udara dari Samudra Hindia menuju Indonesia,” jelasnya.

 

Prediksi Cuaca 11–16 Agustus
Berdasarkan analisis BMKG:

  • 11–13 Agustus: Hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
  • 14–16 Agustus: Intensitas hujan menurun, tetapi Bengkulu, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan tetap berpotensi hujan lebat.
  • Angin kencang berpeluang melanda Aceh, Banten, Jawa Barat, Bali, Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.

 

Dampak ke Sektor Pertanian, Pariwisata, dan Transportasi

BMKG mengingatkan curah hujan tinggi dapat mengganggu jadwal panen dan tanam di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatra Selatan. Petani disarankan menghindari lahan rendah yang rawan genangan.

Pariwisata pun terdampak, terutama di destinasi pegunungan, air terjun, dan pantai selatan Jawa-Bali. Wisatawan diminta mewaspadai hujan lebat, kabut tebal, gelombang tinggi, dan angin kencang.

Untuk transportasi darat, waspadai jalan licin dan potensi longsor di wilayah pegunungan. Di laut, gelombang tinggi berpotensi terjadi di Samudra Hindia Barat Sumatra, perairan selatan Jawa-Bali, hingga Lombok-Sumba.

Sektor penerbangan juga perlu waspada terhadap awan Cumulonimbus yang bisa memicu turbulensi. Maskapai disarankan memantau SIGMET dan NOTAM. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore