Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adrianto semasa hidup saat sedang menerbangkan Pesawat Tempur F16. (Instagram @fajar_f16).
JawaPos.com – Dunia militer Indonesia tengah berduka. Salah satu perwira terbaik TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adrianto, gugur dalam insiden kecelakaan pesawat latih di kawasan Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Minggu (3/8) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, menyampaikan pesawat tersebut tengah menjalankan misi latihan rutin dari Lanud Atang Sendjaja (ATS).
“Informasinya sementara demikian mas, pesawat fasi terbang dari Lanud ATS melaksanakan training, biasa training latihan,” kata Nyoman kepada wartawan, Minggu (3/8).
Namun, pihak TNI AU belum bisa memastikan penyebab jatuhnya pesawat latih yang terbang dari Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Tangsel) tersebut.
“Tadi pagi insiden lah, ini masih diselidiki mas, masih diinvestigasi, kenapa bisa terjadi seperti itu,” jelasnya.
Marsma Fajar Adrianto terakhir menjabat sebagai Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Komando Pendidikan dan Latihan TNI AU (Kodiklatau) sejak 6 Desember 2024. Pria kelahiran Bandung, 20 Juni 1970 itu merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1992, dan dikenal sebagai sosok penerbang tempur andal dengan callsign “Red Wolf.”
Kariernya di dunia aviasi militer cukup panjang. Ia pernah menjabat Komandan Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi (2007–2010), Komandan Lanud Manuhua di Biak (2017–2019), serta Kepala Dinas Penerangan TNI AU (2019–2020). Usai dari Kadispenau, ia diangkat menjadi Kepala Pusat Pembinaan Potensi Dirgantara TNI AU (Kapuspotdirga) pada November 2020.
Fajar Adrianto juga dikenal sebagai salah satu pelaku sejarah dalam insiden udara pada 2003 ketika terjadi konfrontasi di langit Pulau Bawean antara pesawat-pesawat F-16 TNI AU dengan F/A-18 Hornet milik Angkatan Udara Amerika Serikat.
Dalam perjalanan kariernya, Fajar memperoleh sejumlah penghargaan. Ia pernah menerima sertifikat dan brevet “Tanggap Tangkas Tangguh” dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta meraih penghargaan sebagai penyusun tesis terbaik di Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan), tempat menyelesaikan pendidikan pascasarjana.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
