video ai hari pertama di neraka (dok screenshoot Youtube KS JJ CHANNEL)
JawaPos.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam soal beredarnya video editan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang menggambarkan 'hari pertama di neraka' dalam bentuk konten humor. Video tersebut dianggap menyesatkan dan merendahkan ajaran Islam, serta berpotensi menodai akidah umat beragama.
Ketua MUI Bidang Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan, Utang Ranuwijaya, menilai isi cerita dalam video itu merupakan bentuk pendangkalan akidah. Ia menegaskan, video tersebut secara jelas telah menyederhanakan gambaran neraka dan memperlihatkan adegan bercanda di dalamnya, seolah-olah neraka adalah tempat yang bisa dijadikan bahan hiburan.
"Isi cerita dalam video itu merupakan upaya pendangkalan akidah Islam, dengan terlalu menyederhanakan gambaran api neraka, sehingga mereka bisa bercandaria ketika berada di neraka. Dari sisi ajaran Islam, ini bisa termasuk kategori perbuatan yang menyesatkan umat dan menodai ajaran agama," kata Utang Ranuwijaya kepada wartawan, Minggu (8/6).
Ia menjelaskan, dalam ajaran agama Islam gambaran neraka sangatlah berat dan mengerikan. Menurutnya, menggambarkan neraka sebagai tempat candaan telah menghilangkan makna gaib yang sakral dari kehidupan akhirat. Hal ini, bertentangan dengan ajaran hadis Qudsi.
"Sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadis Qudsi sebagai berikut: maa laa 'ainun ra-at walaa udzunun sami'at walas khathara 'ala qalbi basyarin," ucapnya, mengutip dalil hadiz Qudsi.
Utang menambahkan, dalam hadis lainnya disebutkan bahwa panasnya api neraka 70 kali lipat panas api dunia, bahkan lebih. Ada pula banyak jenis neraka, seperti Jahannam, yang memiliki tingkat azab berbeda-beda, yang semuanya tidak bisa dijadikan bahan lelucon.
"Kehidupan akhirat di neraka, sebagaimana yang tergambar dalam video itu bisa mendegradasi kesakralan dan kedalaman akidah, yakni keimanan kepada yang gaib. Jika ini dibiarkan, secara pelan-pelan akan merusak akidah umat, khususnya generasi muda yang kadar imannya kurang kuat atau bahkan lemah atau sangat lemah," ujarnya.
MUI menegaskan, menjadikan agama sebagai bahan candaan, lawakan, atau humor untuk hiburan adalah perbuatan yang tidak dibenarkan. Hal itu bertentangan dengan nilai Pancasila dan dapat menimbulkan pelanggaran hukum.
"Sebagai umat beragama yang hidup di negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila, adalah kewajiban setiap warga negara untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan agama. Agama tidak boleh dijadikan bahan candaan, lawakan dan humor untuk tontonan, karena itu bisa termasuk ke dalam kategori menodai agama," tegas Utang.
Ia pun meminta agar video tersebut segera ditarik dari peredaran. Selain itu, ia mendorong penegak hukum untuk memproses pembuat video sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Pelakunya bisa dikenai UU ITE, UU PNPS No 1 Tahun 1965 dan KUHP pasal 156a,” jelasnya.
Lebih lanjut, Utang mengimbau agar umat Islam untuk meninggalkan tontonan tersebut. Sebab, neraka yang merupakan hari akhir bukan bahan lelucon maupun candaan.
Video itu disamping sangat merendahkan nilai akidah, menyesatkan dan melakukan pelecehan terhadap ajaran Islam yang terkait dengan akidah," pungkasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
