Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Juni 2025 | 04.31 WIB

Kronologi Lengkap WNI Asal Pamekasan Meninggal Dunia di Gurun Makkah saat Pergi Haji Ilegal

Ilustrasi jemaah haji. (MCH 2025) - Image

Ilustrasi jemaah haji. (MCH 2025)

JawaPos.com - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Pamekasan, Madura berinisial SM, meninggal dunia di tengah gurun Jumum, Arab Saudi, saat mencoba masuk ke Makkah Makkah lewat jalur ilegal, Selasa (27/5).

Kabar duka ini disampaikan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Yusron B. Ambary. Ia mengatakan SM dan dua WNI lainnya ditemukan oleh aparat keamanan Arab Saudi.

"Satu WNI inisial SM ditemukan telah meninggal dunia, sementara dua WNI lainnya inisial J dan S, berhasil diselamatkan. Ketiganya nekat masuk makkah tanpa prosedur resmi," tuturnya, dikutip dari kemenag.go.id, Senin (2/6).

Yusron mengungkapkan kronologi kejadian, sebelum tragedi itu terjadi, SM dan 10 WNI sempat terjaring razia aparat keamanan Arab Saudi karena mencoba berhaji dengan visa ziarah multiple. Mereka diusir ke Kota Jeddah.

Alih-alih menyerah, SM yang diketahui berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas islam di Madura, malah balik lagi ke perbatasan Makkah dengan menyewa taksi gelap. Dalam aksinya, SM tidak sendiri, melainkan ditemani J dan S.

"Dalam upayanya mencoba masuk kota Makkah secara ilegal, ketiga WNI tiba-tiba dipaksa untuk turun di tengah gurun oleh supir taksi karena takut tertangkap patroli aparat keamanan Arab Saudi," imbuhnya.

Di tengah gurun Jumum, Arab Saudi yang panas, SM, J, S mengalami dehidrasi. Tubuh SM yang tak kuasa menahan terik matahari padang pasir pun menyerah dan menghembuskan napas terakhirnya.

Akhirnya, keberadaan ketiga WNI itu diketahui oleh aparat keamanan Arab Saudi melalui patroli pesawat drone. Saat ditemukan, SM sudah dalam keadaan tak bernyawa yang diduga kuat karena dehidrasi.

Jenazah dilarikan ke rumah sakit untuk proses visum. "Sementara J dan S dibawa aparat keamanan ke rumah sakit. Setelah menjalani perawatan, (J dan S) kembali diusir ke Kota Jeddah," terang Yusron.

Jenazah SM akan dimakamkan setelah proses visum selesai. KJRI Jeddah terus menangani proses ini dan telah berkoordinasi dengan keluarga almarhum yang berasal dari Madura untuk langkah selanjutnya.

"Haji harus dijalankan secara sah dan sesuai aturan. Jangan sampai hanya karena memaksakan diri, nyawa melayang. Uang hilang, haji pun gagal. Mari lah kita bijak dalam menyikapi perintah Allah untuk berhaji," tukasnya. 

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore