
Ilustrasi hujan. (Dewang Gupta/Unsplash)
JawaPos.com - Belakangan ini, Indonesia mengalami perubahan cuaca yang tidak biasa. Perbedaan suhu yang meningkat di wilayah perairan menjadi salah satu penyebab munculnya kondisi cuaca yang menyimpang dari pola normal.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi mengganggu ketahanan pangan nasional. Berdasarkan penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), anomali cuaca tersebut turut menyebabkan hujan masih terjadi di sejumlah daerah, meski kalender musim menunjukkan bahwa Indonesia sudah memasuki periode kemarau.
Beberapa wilayah di Tanah Air bahkan terpantau mengalami apa yang disebut sebagai "kemarau basah". Mengutip informasi dari laman distan.bulelengkab.go.id, istilah kemarau basah merujuk pada kondisi ketika curah hujan tetap tinggi di tengah musim kemarau.
Kejadian ini disebabkan oleh gangguan pada sistem atmosfer, yang membuat pembentukan awan hujan tetap berlangsung meskipun seharusnya memasuki masa kering. Akibatnya, hujan tetap turun dengan frekuensi yang cukup sering di berbagai wilayah.
Sementara itu, seperti dijelaskan dalam situs resmi dri.ipb.ac.id, perubahan pola musim ini berkaitan erat dengan pemanasan global. Pemanasan global terjadi akibat akumulasi emisi karbon dan berbagai gas rumah kaca di atmosfer, yang menyebabkan panas dari sinar inframerah terperangkap dan tidak terlepas ke luar angkasa.
Itulah sekilas gambaran tentang fenomena kemarau basah yang tengah terjadi. Untuk menambah wawasan, berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai kemarau basah yang menarik diketahui.
Kemarau Basah Bisa Terjadi
Kemarau basah merupakan fenomena cuaca yang ditandai dengan tingginya intensitas hujan meskipun musim kemarau sedang berlangsung. Kejadian ini biasanya berlangsung dalam kurun waktu cukup lama dan tidak bersifat sementara.
Salah satu faktor utama yang memicu terjadinya kemarau basah adalah fenomena alam yang dikenal sebagai La Nina. Gejala La Nina terjadi di wilayah Samudra Pasifik dan memiliki pengaruh besar terhadap pola cuaca global.
Dampaknya bisa dirasakan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, yang salah satunya mengalami curah hujan tinggi di saat seharusnya musim kemarau berlangsung.
Dampak pada Sektor Kesehatan dan Penghidupan
Setelah musim hujan berakhir, masyarakat tetap perlu mewaspadai kemarau basah. Fenomena ini bisa membawa sejumlah risiko, baik dari segi kesehatan maupun sumber penghasilan. Salah satu dampak yang paling nyata adalah hujan yang terus turun dan banjir yang terjadi secara berkepanjangan.
Secara umum, terdapat tiga faktor yang memicu terjadinya kemarau basah, yaitu kondisi geografis wilayah, perubahan iklim akibat keadaan alam, serta perilaku manusia yang turut memperburuk perubahan cuaca.
Kombinasi dari ketiga faktor tersebut berperan besar dalam menciptakan ketidakteraturan pola musim. Dari segi kesehatan, kemarau basah dapat memunculkan penyakit yang biasanya banyak terjadi saat musim hujan.
Misalnya, diare yang disebabkan oleh air tercemar, leptospirosis yang ditularkan melalui tikus, serta demam berdarah dengue (DBD) akibat pertumbuhan jentik nyamuk yang lebih cepat karena lingkungan lembab. Anak-anak dan orang lanjut usia menjadi kelompok yang paling rentan terhadap ancaman ini.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
