
Kasmudjo, dosen senior Universitas Gadjah Mada (UGM) beri klarifikasi soal ijazah Jokowi. (Istimewa)
JawaPos.com - Polemik mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tengah menjadi sorotan publik.
Dalam pusaran isu tersebut, nama Kasmudjo, dosen senior Universitas Gadjah Mada (UGM), ikut disorot setelah disebut-sebut sebagai dosen pembimbing Jokowi semasa kuliah.
Menanggapi isu itu, Kasmudjo akhirnya buka suara untuk meluruskan informasi. Ia menegaskan bahwa dirinya memang pernah menjadi dosen Jokowi, tetapi bukan sebagai pembimbing skripsi.
“Yang jelas itu murid saya dan saya dosennya,” kata Kasmudjo sebagaimana dikutip dari Radar Jogja Jawa Pos Group, Rabu (14/5).
Kasmudjo, yang telah mengabdi di Fakultas Kehutanan UGM sejak era 1970-an, menjelaskan bahwa perannya hanya sebatas sebagai dosen pembimbing akademik selama Jokowi menempuh pendidikan di UGM.
Ia menyebut, pembimbing skripsi Jokowi kala itu adalah Prof Achmad Sumitro. “Yang membimbing skripsi Pak Jokowi itu Prof Achmad Sumitro. Tim penguji dan pembantu pembimbingnya pun berbeda,” ucapnya.
Saat disinggung mengenai keaslian ijazah Jokowi, Kasmudjo mengaku tidak mengetahui apa pun terkait hal tersebut. Ia menegaskan tidak pernah melihat secara langsung dokumen tersebut.
“Saya tidak tahu sama sekali kalau kaitannya dengan ijazah. Karena saya tidak pernah melihat ijazahnya itu seperti apa. Maka saya mau cerita apa, kan saya tidak tahu,” ucapnya.
Keterangan ini disampaikan setelah Kasmudjo menerima kunjungan dari Jokowi di kediamannya baru-baru ini. Menurut Kasmudjo, kunjungan itu merupakan bentuk penghormatan dari seorang mantan mahasiswa kepada gurunya.
“Terima kasih Pak Jokowi sudah sowan ke sini. Karena sebagai gurunya, dikunjungi muridnya dan masih ingat saya juga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam pertemuan tersebut tidak ada pembicaraan sama sekali mengenai ijazah atau proses hukum yang tengah berlangsung di ruang publik. “Pak Jokowi sama sekali tidak membahas (ijazah) itu, di pertemuan tadi,” jelasnya.
Kasmudjo menyebut, obrolan mereka lebih banyak berkutat pada kenangan masa kuliah di UGM. Menurutnya, momen itu menjadi nostalgia yang menyenangkan. “Kami hanya cerita-cerita masa lalu. Waktu kuliah dulu bagaimana, itu saja. Tidak ada yang serius,” katanya.
Lebih lanjut, Kasmudjo berharap publik tidak salah memahami perannya dalam proses pendidikan Jokowi. “Saya hanya dosen pembimbing akademik, bukan pembimbing skripsi, apalagi yang tahu soal ijazah. Itu bukan ranah saya,” pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
