Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Mei 2025 | 00.37 WIB

Profil Eddie Nalapraya, Bapak Pencak Silat Dunia yang Sempat Berkelakar Tak Mau Dimakamkan di TMP Kalibata

Mayjen TNI (Purn) Eddie Mardjoeki Nalapraya. (Istimewa) - Image

Mayjen TNI (Purn) Eddie Mardjoeki Nalapraya. (Istimewa)

Jawapos.com - Bapak Pencak Silat Dunia sekaligus Tokoh Betawi, Eddie Mardjoeki Nalapraya, mengembuskan napas terakhir pada hari ini, Selasa (13/5). Perjuangannya dalam kehidupan di dunia ini dicukupkan untuk dia kemudian melanjutkan hidup di alam lain setelah kematian.

Eddie Nalapraya merupakan tokoh yang berpengaruh. Almarhum berhasil harumkan nama bangsa dengan membawa pencak silat mendunia lewat perjuangan panjangnya selama puluhan tahun.

Eddie Nalapraya yang sempat menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta di era 80-an, mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta sekitar pukul 09.50 WIB dalam usia 93 tahun.

Kini tersisa sekelumit cerita terkait Eddie Nalapraya semasa hidup yang sempat mengaku tidak mau dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta Selatan. Saat bertemu wartawan senior Panda Nababan di acara pemakaman Ali Moertopo, dia sempat membuat pernyataan mengejutkan tidak mau dimakamkan di TMP Kalibata.

Eddie Nalapraya menolak untuk dimakamkan di sana dengan alasan khawatir tidak bisa beristirahat dengan tenang. Karena jenderal-jenderal di sana akan selalu memerintahnya.

"Mereka (para jenderal) ini meski sudah meninggal, masih suka perintah-perintah,” kelakar Eddie Nalapraya ke Panda Nababan.

Profil Eddie Nalapraya

Eddie lahir di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 6 Juni 1931. Dia berasal dari keluarga Betawi sederhana. Kakeknya bernama Haji Buchori, seorang pemimpin agama yang disegani di Tanjung Priok pada masanya.

Sempat diasuh oleh kakeknya pada waktu kecil, Eddie tidak hanya belajar membaca Alquran dan ilmu agama, dia juga diperkenalkan dengan kesenian bela diri pencak silat untuk melatih fisik sekaligus memproses proses pembentukan etika dan karakternya.

Dia menimba ilmu untuk sekolah dasar dan menengah pertama di Tasikmalaya, Jawa Barat. Hal itu terjadi karena keluarganya pindah ke sana selama Revolusi Nasional Indonesia pada tahun 1947 silam.

Eddie Nalapraya berkarier di dunia militer sejak awal bertugas sebagai kurir untuk TNI hingga mendapat jabatan sebagai perwira tinggi dan termasuk orang kepercayaan Presiden Soeharto.

Menariknya, Eddie Nalapraya memiliki jasa yang sangat besar dalam mempopulerkan pencak silat kepada dunia melalui berbagai event. 

Eddie Nalapraya adalah pendiri Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) pada tahun 1980. Wadah ini berhasil menyatukan organisasi silat dari berbagai negara seperti di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Berkat inisiasi yang dibuatnya tersebut, dia pun terpilih sebagai Presiden Persilat pada dekade 80-an. Kerja keras Eddie Nalapraya sukses mengantarkan seni bela diri pencak silat diakui. Dan mulai dipertandingkan di ajang SEA Games pada 1987.

Di tahun 2008, Eddie Nalapraya menginisiasi ajang kejuaraan pencak silat di Eropa. Dia juga berhasil mengantarkan pencak silat mendapat pengakuan UNESCO 12 Desember 2019 sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore