Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Mei 2025 | 18.25 WIB

Krisis Ganda Arema FC: Pelemparan Batu ke Bus Persik Kediri Usai Kalah di Kanjuruhan, Manajer jadi Tersangka Kasus Rokok Ilegal

Kondisi bus yang ditumpangi skuad Persik Kerdiri pasca dilempari oleh oknum suporter Arema FC. - Image

Kondisi bus yang ditumpangi skuad Persik Kerdiri pasca dilempari oleh oknum suporter Arema FC.

JawaPos.com - Menjelang akhir musim Liga 1 2024/2025, Arema FC tengah menghadapi situasi krisis gandadi internal klub.

Klub berjuluk Singo Edan itu tak hanya terancam sanksi dari operator liga akibat insiden pelemparan batu usai laga melawan Persik Kediri.

Tetapi juga dihantui kasus hukum yang melibatkan manajer mereka, Wiebie Dwi Andriyas, terkait produksi dan distribusi rokok ilegal.

Kembali ke Kanjuruhan, Arema FC Malah Terlibat Kericuhan

Pada Minggu, (11/5), Arema FC untuk pertama kalinya kembali berlaga di Stadion Kanjuruhan, Malang, pasca tragedi kelam 1 Oktober 2022. Namun kembalinya Arema justru tercoreng oleh insiden memalukan.

Setelah mereka ditaklukkan Persik Kediri dengan skor 0-3, sekelompok oknum tak bertanggung jawab melakukan pelemparan batu ke arah bus tim tamu.

Insiden tersebut menyebabkan pelatih Persik, Divaldo Alves, mengalami luka akibat pecahan kaca, dan bus yang ditumpangi tim Macan Putih mengalami kerusakan saat menuju hotel di kawasan Kepanjen, Malang.

PT LIB dan PSSI Bereaksi, Ancaman Sanksi Menanti

Operator Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB), mengeluarkan pernyataan resmi mengecam keras aksi kekerasan tersebut.

Direktur Operasional PT LIB, Asep Saputra, menyebut insiden itu sangat memalukan dan tidak mencerminkan semangat sportivitas serta fair play yang seharusnya dijunjung tinggi dalam sepak bola Indonesia.

“Insiden ini sungguh kami sesalkan. Semua pihak seharusnya menjaga sikap sportif dan respek. Kita semua bersaudara,” ujar Asep.

Lebih lanjut, PT LIB mengungkapkan bahwa mereka akan membawa kasus ini ke Komite Disiplin PSSI.

Jika terbukti adanya pelanggaran serius dari sisi pengamanan dan tanggung jawab klub, Arema FC bisa dijatuhi sanksi berat, seperti denda, laga tanpa penonton, atau hukuman administratif lainnya.

Manajer Arema FC Jadi Tersangka Kasus Rokok Ilegal

Nestapa Arema FC tak berhenti sampai di sana. Beberapa jam setelah insiden pelemparan terjadi, publik dikejutkan oleh kabar bahwa Wiebie Dwi Andriyas, manajer Arema FC, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus produksi rokok ilegal oleh Ditjen Bea Cukai.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore