Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Ditjen Bimas Buddha Kemenag melakukan bakti sosial membersihkan wihara menyambut Waisak 2569 BE/2025 Masehi. (Humas Kemenag)
JawaPos.com - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan persiapan menyambut Waisak 2569 BE/2025 Masehi yang tinggal satu pekan lagi. Salah satu puncak peringatan Waisak, dipusatkan di Candi Borobudur. Diperkirakan ada 100 ribu lebih umat yang bakal memadati kawasan tersebut.
Persiapan menyambut puncak Waisak itu disampaikan Dirjen Bimas Buddha Kemenag Supriyadi di kantornya pada Senin (5/5). Dia mengatakan, di Candi Borobudur nantinya terbagi beberapa zona. Untuk zona 1 yang berada di bangunan candinya, hanya akan menampung sekitar 5.000 orang saja.
Sementara itu di zona dua, atau di luar bangunan candi tidak ada batasan jumlah umat Buddha yang akan mengikuti malam puncak Waisak pada Senin (12/5) pekan depan. "Hotel-hotel atau penginapan di sekitar Candi Borobudur sudah penuh," katanya.
Sejumlah menteri akan hadir pada puncak peringatan Waisak itu. Diantaranya adalah Menag Nazaruddin Umar. Untuk kehadiran Presiden Prabowo Subianto atau Wapres Gibran Rakabuming, panitia masih menunggu informasi lebih lanjut.
Supriyadi mengatakan penyelenggara malam Waisak di Candi Borobudur adalah Walubi. Rangkaian kegiatan ibadah dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelumnya pada 10-11 Mei dilaksanakan bakti sosial pemeriksaan kesehatan.
Selain pemeriksaan kesehatan umum, juga disiapkan layanan bedah minor. Masyarakat umum, selain umat Buddha bisa mengakses layanan bakti sosial kesehatan itu.
Seremonial malam Waisak dilaksanakan sekitar pukul 19.00 WIB di zona 1 Candi Borobudur. Setelah itu peserta akan turun untuk melakukan pelepasan lampion.
Rangkaian ibadah Waisak sendiri masih terus berlangsung sampai prosesi Detik-Detik Waisak pada pukul 23.55 WIB. "Bertepatan dengan puncak purnama," kata Supriyadi.
Dia menjelaskan rangkaian Waisak 2025 juga diperingati oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Ditjen Bimas Buddha Kemenag. Diantaranya dengan melakukan kegiatan bakti sosial membersihkan sejumlah vihara di Jakarta dan sekitarnya.
Di Jakarta tidak kurang dari lima wihara yang dibersihkan. Diantaranya adalah vihara Dharma Sukha di Cakung dan vihara Budhi Mulia di Jelambar.
"Ini baru pertama kali ASN Ditjen Bimas Buddha turun bersama-sama membersihkan rumah ibadah," katanya.
Khususnya selama Supriyadi bekerja di Kemenag. Karena sambutan yang sangat baik dari umat, kegiatan swadaya itu akan dilakukan minimal dua kali dalam setahun. Tidak hanya pada momen Waisak.
Selain itu juga ada kegiatan bersifat ibadah dan pribadi yang dilakukan umat Buddha di Indonesia menyambut Waisak. Diantaranya melakukan ibadah puasa dari terbit matahari sampai jam 12.00 siang. Pelaksanaan puasa ini mulai 12 April sampai 11 Mei. Puasanya hanya makan berat dan diperbolehkan minum air.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
