Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Maret 2025 | 07.15 WIB

Bonus Hari Raya Ojol 2025 Hanya Rp 50 Ribu, Asosiasi: Aplikator Tipu Pengemudi dan Presiden Prabowo

Ketua Garda Indonesia Raden Igun Wicaksoni (tengah) menggelar aksi bersama puluhan sopir ojol lainnya pada Kamis (27/2). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Ketua Garda Indonesia Raden Igun Wicaksoni (tengah) menggelar aksi bersama puluhan sopir ojol lainnya pada Kamis (27/2). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)




JawaPos.com-Polemik Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek online (ojol) kembali mencuat. Asosiasi Pengemudi Transportasi dan Jasa Daring Indonesia (Garda Indonesia) menuding para aplikator telah melakukan penipuan besar-besaran terhadap para pengemudi ojol dan taksi online, dan bahkan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto.

Ketua Umum Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono mengungkapkan, mayoritas pengemudi ojol hanya menerima BHR sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Jumlah tersebut jauh dari ketentuan yang diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) yang menetapkan BHR sebesar 20 persen dari pendapatan tahunan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan BHR Online 2025 sangat menyimpang.

"Kami protes keras dan mengecam aplikator yang kami anggap telah melakukan akal-akalan menipu Presiden RI, membangkang Menaker RI dan membohongi Ojol seluruh Indonesia hanya demi menjaga citra baik di Presiden RI. Aplikator melaporkan bahwa BHR diberikan senilai hampir Rp1 juta, pembohongan besar," ujar Igun, Senin (24/3). 

Igun mengungkapkan, banyak pengemudi ojol yang telah bekerja lebih dari lima tahun di satu platform hanya menerima Rp 50 ribu. Sementara itu, hanya segelintir pengemudi yang diklaim sebagai ‘ojol binaan’ yang mendapatkan BHR hingga Rp 900 ribu. 

Bahkan, menurut Igun, pengemudi ojol yang diundang ke Istana dan bertemu Presiden Prabowo merupakan bagian dari kelompok ‘binaan’, sehingga mereka mendapat nominal lebih besar, sementara mayoritas ojol lainnya hanya mendapat Rp 50 ribu.

"Bagi kami, BHR Rp 50 ribu ini sudah merupakan bentuk bukti nyata dari suatu praktik perbudakan tersistematis terhadap Rakyat Indonesia yang bekerja sebagai ojol dan kami Asosiasi mengecam praktik perbudakan ini," ucapnya. 

Sementara itu, seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah berdiskusi dengan para pimpinan perusahaan transportasi online, termasuk CEO Gojek Patrick Waluyo, serta CEO Grab Anthony Tan, pada Senin (10/3). Ia meminta penyedia jasa ojol untuk memberikan THR atau BHR kepada driver mereka masing-masing. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore