
Launching BrainEye di Indonesia, Hotel Pullman, Jakarta, Senin (24/3). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - BrainEye, perusahaan health-tech terkemuka dari Australia, akan meluncurkan teknologi terbarunya di Indonesia. BrainEye akan menghadirkan solusi berbasis AI yang bisa digunakan melalui smartphone untuk menilai fungsi otak secara cepat dan akurat.
Kehadiran BrainEye menjadi langkah maju dalam menyediakan pemantauan kesehatan otak secara real-time untuk mendukung transformasi kesehatan digital dan komitmen Indonesia terhadap perawatan preventif.
Aplikasi BrainEye sendiri merupakan alat skrining kesehatan otak yang terjangkau, cepat, dan akurat, tanpa memerlukan perangkat keras yang mahal. Hanya kurang dari 40 detik, pengguna bisa memperoleh gambaran kesehatan otaknya serta tren perkembangan kondisi otak dari waktu ke waktu.
Chief Operating Officer BrainEye, Steven Barrett, mengatakan, misi BrainEye adalah merevolusi perawatan neurologis dan keselamatan olahraga dengan teknologi berbasis AI yang mudah diakses.
Dia bahkan melihat Indonesia sebagai pasar yang berkembang pesat dengan peningkatan kesadaran akan kesehatan otak, performa olahraga, dan layanan kesehatan digital.
“Kami melihat ini sebagai peluang besar untuk memberikan dampak nyata melalui kemitraan strategis dengan Austrade, otoritas kesehatan Indonesia, dan organisasi olahraga,” kata Steven di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (24/3).
“Kami terus mengembangkan aplikasi ini, termasuk memperluas ke pasar baru. Dengan masuk ke Indonesia, kami tidak hanya menawarkan aplikasi kesehatan otak inovatif, tetapi juga berinvestasi dalam masa depan perawatan preventif, keselamatan atlet, dan aksesibilitas kesehatan digital di wilayah ini,” imbuh dia.
Sementara itu, pada inti inovasi BrainEye terdapat teknologi AI dan machine learning. Semakin banyak data yang dikumpulkan, maka akan semakin akurat dan personal hasil yang diberikan aplikasi ini.
Model machine learning BrainEye terus berkembang dengan setiap tes yang dilakukan, menjadikannya semakin presisi dan dapat diandalkan seiring waktu. AI bukan hanya bagian dari kesuksesan BrainEye saat ini, tetapi juga menjadi kunci evolusi masa depan BrainEye.
Pada cangkupannya, BrainEye memiliki aplikasi yang luas di berbagai industri, termasuk dalam keselamatan olahraga, neurologi klinis, kesehatan mental, dan perawatan lansia.
Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk lebih memahami kondisi kesehatan otak mereka dengan deteksi dini yang proaktif, sebelum gejala fisik muncul.
Chief Scientific Officer BrainEye, Associate Professor Joanne Fielding, menjelaskan, gangguan neurologis sering kali baru terdiagnosis pada tahap akhir, setelah terjadi penurunan fungsi atau perilaku yang signifikan.
“BrainEye memungkinkan deteksi dan intervensi lebih awal mengurangi beban penyakit, biaya perawatan kesehatan, dan ketergantungan jangka panjang. Manfaat BrainEye tidak hanya dirasakan oleh pasien. Bagi para caregiver, intervensi dini mengurangi beban perawatan pribadi,” ungkap dia.
Selain itu, peluncuran BrainEye di Indonesia mencerminkan penguatan kerja sama antara Australia dan Indonesia dalam bidang inovasi kesehatan, transformasi digital, dan investasi teknologi.
Dengan kinerja klinis yang telah terbukti, infrastruktur AI yang dapat diskalakan, dan komitmen terhadap teknologi kesehatan yang lebih inklusif, BrainEye siap menjadi bagian penting dari lanskap health-tech di Indonesia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
