Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Maret 2025 | 04.10 WIB

Sampaikan Duka Cita, Mendikdasmen Akan Bantu Keluarga Guru Korban Kekerasan KKB

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, Abdul Mu’ti mengikuti rapat kerja dengan Komite III DPD di Gedung Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, Abdul Mu’ti mengikuti rapat kerja dengan Komite III DPD di Gedung Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan ucapan duka cita atas aksi kekerasan terhadap guru di Kabupaten Yakuhimo, Papua Pegunungan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Ia menyebut, aksi tersebut kejahatan yang sangat tidak berperikemanusiaan.

 Mu’ti mengaku, sudah mendapatkan informasi baik dari aparatur keamanan yang bertugas maupun dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Papua terkait dengan peristiwa tersebut. Pihaknya pun berencana untuk menemui pihak keluarga korban di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami di kementerian nanti akan menemui keluarga korban di NTT untuk memberi bantuan secara moril dan materil,” ujarnya di Jakarta, Senin (24/3).

Merespon aksi kekerasan tersebut, Mu’ti pun mengungkapkan pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) untuk mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh para guru. Khususnya, untuk para guru yang bertugas di daerah rawan konflik kejahatan.

Mu’ti berharap keamanan di daerah rawan KKB terus di tingkatkan. “Kami sudah berkomunikasi untuk bagaimana nanti ke depannya para guru ini dapat bekerja dengan aman dan nyaman. Bagaimanapun guru merupakan barisan terdepan dalam menyukseskan bangsa ini dan harus terjamin keselamatannya dan semoga ke depannya peristiwa kejahatan seperti ini tidak akan terulang kembali,” paparnya.

Dia pun mengaku, sempat menyampaikan usulan agar ada kerja sama dengan TNI melalui program TNI Mendidik. Sebetulnya program ini sudah dimulai pada tahun 2019. Ke depan, pihaknya akan mengajak pihak kepolisian untuk adannya keterlibatan polisi mendidik, terutama di daerah-daerah yang rawan akan KKB.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah anggota KKB menyerang warga yang bekerja sebagai guru dan tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (21/3). Dalam aksinya, KKB membakar rumah dan sekolah.

Akibat serangan tersebut, satu orang korban bernama Rosalina Rerek Sogen meninggal dunia. Rosalina merupakan guru di sekolah dasar setempat yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore