Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Maret 2025 | 02.05 WIB

MUI Soroti Konten Negatif di Program Ramadhan TV, Minta KPI Lebih Tegas Mengawasi

Ilustrasi Ramadhan. (Freepik) - Image

Ilustrasi Ramadhan. (Freepik)

JawaPos.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti masih banyak konten negatif dalam program Ramadhan di sejumlah stasiun TV.

Mereka berharap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melakukan pengawasan dengan lebih tegas. Sehingga tayangan di bulan Puasa benar-benar sejalan dengan keteladan dan peningkatan amal ibadah. 

Pesan tersebut disampaikan Anggota Tim Pemantauan Ramadhan 2025 Rida Hesti Ratnasari. Dia menyampaikan MUI hanya lembaga yang bisa memberikan catatan dan rekomendasi saja.

"Karena bukan state auxiliary agencies yang diamanahkan untuk melakukan tindakan kepada tayangan yang punya indikasi melanggar," katanya di Jakarta pada Senin (24/3). 

Oleh karena itu, MUI sangat berharap KPI lebih tegas lagi dalam memberikan teguran dan tindakan. Agar mutu siaran mereka jauh lebih baik. Selain itu juga terjadi peningkatan kualitas secara signifikan.

Termasuk memanggil dan menegur Raffi Ahmad yang saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden RI. Pasalnya ada dua tayangan program Ramadan Raffi Ahmad yang menampilkan konten kekerasan fisik dan verbal. 

Rida menuturkan, MUI juga berharap Lembaga Penyiaran (LP) menjadi institusi yang juga memiliki semangat yang sama dengan MUI. Yakni menebar dan penyemai kebaikan dan mencegah kemungkaran dalam tayangan siaran Ramadhan.

Rida meyakini ketika LP dan perangkat organisasi di dalamnya berupaya semaksimal mungkin menyuguhkan tontonan yang memiliki kualitas tuntunan, maka posisinya sama seperti lembaga-lembaga lain yang menunaikan tugas dakwah memberikan pencerahan kepada umat. 

Rida menyampaikan, diperlukan sinergi antara lembaga dakwah seperti MUI, KPI, dan LP yang ada. Untuk memberikan pencerahan secara simultan dan bersama-sama kepada masyarakat.

"Ketika ini bisa dilakukan, maka tidak mustahil kita bisa segera meningkatkan literasi publik melalui tayangan-tayangan yang mendidik," tuturnya. Catatan ini tentu berkaitan dengan semangat bersama untuk memastikan bahwa bulan suci Ramadhan tidak dinodai oleh tayangan yang bisa mengganggu kemuliaan dan kesucian bulan Ramadhan tersebut. 

Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi menyampaikan, pemanggilan SCTV yang bertanggungjawab pada program Kuis Gaspol (Games Asyik Paling Nampol)  dan TransTV yang bertanggungjawab atas tayangan program Berkah Ramadhan perlu dilakukan segera.

Selain itu TransTV juga diminta untuk menegur artis Raffi Ahmad yang menjadi salah satu figur utama di tayangan program-program tersebut. 

Masduki mengatakan Rafii perlu diberikan teguran karena dia adalah sosok sangat popular, dan saat ini status sosialnya tidak hanya sebagai artis melainkan juga sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, yang memungkinkan dia diikuti oleh banyak orang lain.

"Dalam beberapa tayangan di dua program televisi tersebut, Raffi Ahmad terindikasi mengeluarkan pernyataan dan melakukan adegan yang memiliki kecenderungan menghina atau merendahkan martabat manusia," katanya. Kemudian juga cenderung tidak sejalan dengan nilai-nilai dan makna bulan suci Ramadan. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore