
Mahfud MD selaku pihak pemohon menyapa wartawan sebelum dimulainya sidang perdana perselisihan hasil Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (27/3/2024).
JawaPos.com - Pakar hukum tata negara sekaligus mantan menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD ikut menyoroti teror kepala babi dan bangkai tikus yang dikirim kepada Tempo. Dia menyampaikan bahwa tindakan tersebut sudah keterlaluan dan jelas-jelas merupakan teror.
Mahfud menyampaikan bahwa jurnalis merupakan profesi yang sangat dihormati. Apalagi Indonesia merupakan negara demokrasi. Maka media yang melakukan kritik dengan baik dan objektif tidak perlu diteror. Sebaliknya, negara membutuhkan media seperti Tempo. Jangan sampai ruang-ruang kritik terhadap pemerintah hilang karena tindakan-tindakan melanggar hukum.
”Keterlaluan kalau kata yang mungkin agak halus ya, keterlaluan (teror kepada Tempo). Karena, itu jelas-jelas merupakan teror terhadap profesi seseorang yang itu sangat dihormati oleh kita,” kata Mahfud.
Menurut Mahfud, kritik yang disampaikan oleh Tempo bukan bermaksud untuk mengganggu jalannya pemerintahan. Kritik tersebut justru menjadi pembanding bagi pemerintah dan masyarakat. Sehingga ada kontrol terhadap kebijakan, program, maupun kerja-kerja pemerintah. Karena itu, dia menyesalkan teror yang ditujukan kepada Tempo.
”Jadi, sangat disesalkan kalau Tempo sampai diteror dengan cara itu. Bagaimanapun orang menganggap itu teror. Kalimatnya jelas bahwa itu teror,” imbuhnya.
Mahfud menilai, teror yang ditujukan kepada Tempo terkait dengan sikap media tersebut terhadap pemerintah. Utamanya kritik yang disampaikan melalui karya-karya jurnalistik yang ditayangkan oleh Majalah Tempo serta disampaikan kepada publik melalui siniar Bocor Alus Politik. Maka tidak heran bila tindakan tersebut disimpulkan sebagai teror terhadap profesi jurnalis.
”Artinya itu bukan mengada-ada bahwa itu teror atas sebuah profesi yang seharusnya dihormati,” imbuhnya.
Pada Rabu pekan lalu (19/3), Tempo mendapat kiriman kepala babi tanpa kuping. Paket tersebut baru dibuka esoknya (20/3). Selang tiga hari, Tempo mendapat kiriman enam ekor tikus yang sudah menjadi bangkai. Lebih dari itu, tikus-tikus yang dikirim kepada Tempo sudah dalam keadaan terpenggal, Bagian tubuh dan kepala terpisah.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
