Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Maret 2025 | 11.52 WIB

UGM: Ijazah dan Skripsi Jokowi Asli, Tuduhan Rismon Sianipar Menyesatkan

UGM merilis foto Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) saat masih kuliah. (Arsip foto UGM) - Image

UGM merilis foto Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) saat masih kuliah. (Arsip foto UGM)

JawaPos.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan bahwa ijazah dan skripsi Presiden RI ke-7, Joko Widodo, adalah asli. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, sebagai respons atas tuduhan pemalsuan dokumen akademik yang dilontarkan oleh Rismon Hasiholan Sianipar, mantan dosen Universitas Mataram.

Dalam rilis resmi yang dipublikasikan UGM pada Jumat (21/3), Sigit menyayangkan tuduhan sepihak yang beredar di media sosial. “Kita sangat menyesalkan informasi menyesatkan yang disampaikan oleh seorang dosen yang seharusnya bisa mencerahkan dan mendidik masyarakat,” tegasnya.

Menurut Sigit, tuduhan tersebut tidak didasari riset ilmiah yang layak. Ia menilai analisis Rismon tidak valid karena hanya membandingkan dokumen Jokowi tanpa membandingkannya dengan ijazah dan skripsi mahasiswa lain yang lulus di tahun yang sama.

Salah satu poin yang dipersoalkan adalah penggunaan font Times New Roman pada sampul dan lembar pengesahan skripsi. Menurut Rismon, font itu belum lazim digunakan pada era 1980-an.

Namun, Sigit menyebut penggunaan font tersebut sudah jamak di kalangan mahasiswa, karena banyak yang mencetak sampul di percetakan seperti Prima dan Sanur yang sudah ada di sekitar kampus UGM saat itu.

“Fakta adanya mesin percetakan seperti Sanur dan Prima seharusnya diketahui karena yang bersangkutan juga kuliah di UGM,” ucapnya.

Sigit juga menjelaskan bahwa penomoran ijazah pada masa itu dilakukan berdasarkan urutan nomor induk mahasiswa dan ditambahkan kode “FKT”, yang merupakan singkatan dari Fakultas Kehutanan. Sistem ini belum mengikuti penyeragaman dari universitas secara keseluruhan.

“Nomor tersebut tidak hanya berlaku pada ijazah Joko Widodo, tapi pada semua lulusan Fakultas Kehutanan,” tegas Sigit.

UGM menekankan bahwa Joko Widodo benar-benar menempuh pendidikan di kampus tersebut, mengikuti perkuliahan, aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, menyusun skripsi, dan mengikuti yudisium hingga akhirnya diwisuda.

Ketua Senat Fakultas Kehutanan, San Afri Awang, turut menyatakan bahwa tuduhan terhadap keaslian dokumen Jokowi sangat disayangkan dan cenderung liar. “Saya masih ingat waktu saya buat cover skripsi, lari ke Prima. Di zaman itu sudah ada tempat cetak sampul yang terkenal,” kenangnya.

San Afri juga menyebut bahwa di era tersebut sudah ada jasa pengetikan menggunakan komputer IBM PC, meskipun mayoritas mahasiswa masih menggunakan mesin ketik.

UGM juga menyoroti tuduhan bahwa institusi pendidikan tersebut melindungi Jokowi sebagai bentuk keberpihakan politik. Guru Besar Hukum Pidana UGM, Marcus Priyo Gunarto, menilai tuduhan tersebut gegabah dan tidak berdasar.

Marcus menjelaskan bahwa dua jenis pemalsuan dalam hukum pidana, yaitu membuat palsu dan memalsukan, tidak relevan dalam kasus ini. Sebab, semua dokumen pendukung seperti keikutsertaan kuliah, ujian, dan yudisium Jokowi tersedia lengkap di Fakultas Kehutanan.

“Jika kemudian ada dugaan bahwa UGM melakukan perlindungan untuk kepentingan Joko Widodo, itu sangat salah dan gegabah,” pungkas Marcus.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore