
UGM merilis foto Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) saat masih kuliah. (Arsip foto UGM)
JawaPos.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan bahwa ijazah dan skripsi Presiden RI ke-7, Joko Widodo, adalah asli. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, sebagai respons atas tuduhan pemalsuan dokumen akademik yang dilontarkan oleh Rismon Hasiholan Sianipar, mantan dosen Universitas Mataram.
Dalam rilis resmi yang dipublikasikan UGM pada Jumat (21/3), Sigit menyayangkan tuduhan sepihak yang beredar di media sosial. “Kita sangat menyesalkan informasi menyesatkan yang disampaikan oleh seorang dosen yang seharusnya bisa mencerahkan dan mendidik masyarakat,” tegasnya.
Menurut Sigit, tuduhan tersebut tidak didasari riset ilmiah yang layak. Ia menilai analisis Rismon tidak valid karena hanya membandingkan dokumen Jokowi tanpa membandingkannya dengan ijazah dan skripsi mahasiswa lain yang lulus di tahun yang sama.
Salah satu poin yang dipersoalkan adalah penggunaan font Times New Roman pada sampul dan lembar pengesahan skripsi. Menurut Rismon, font itu belum lazim digunakan pada era 1980-an.
Namun, Sigit menyebut penggunaan font tersebut sudah jamak di kalangan mahasiswa, karena banyak yang mencetak sampul di percetakan seperti Prima dan Sanur yang sudah ada di sekitar kampus UGM saat itu.
“Fakta adanya mesin percetakan seperti Sanur dan Prima seharusnya diketahui karena yang bersangkutan juga kuliah di UGM,” ucapnya.
Sigit juga menjelaskan bahwa penomoran ijazah pada masa itu dilakukan berdasarkan urutan nomor induk mahasiswa dan ditambahkan kode “FKT”, yang merupakan singkatan dari Fakultas Kehutanan. Sistem ini belum mengikuti penyeragaman dari universitas secara keseluruhan.
“Nomor tersebut tidak hanya berlaku pada ijazah Joko Widodo, tapi pada semua lulusan Fakultas Kehutanan,” tegas Sigit.
UGM menekankan bahwa Joko Widodo benar-benar menempuh pendidikan di kampus tersebut, mengikuti perkuliahan, aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, menyusun skripsi, dan mengikuti yudisium hingga akhirnya diwisuda.
Ketua Senat Fakultas Kehutanan, San Afri Awang, turut menyatakan bahwa tuduhan terhadap keaslian dokumen Jokowi sangat disayangkan dan cenderung liar. “Saya masih ingat waktu saya buat cover skripsi, lari ke Prima. Di zaman itu sudah ada tempat cetak sampul yang terkenal,” kenangnya.
San Afri juga menyebut bahwa di era tersebut sudah ada jasa pengetikan menggunakan komputer IBM PC, meskipun mayoritas mahasiswa masih menggunakan mesin ketik.
UGM juga menyoroti tuduhan bahwa institusi pendidikan tersebut melindungi Jokowi sebagai bentuk keberpihakan politik. Guru Besar Hukum Pidana UGM, Marcus Priyo Gunarto, menilai tuduhan tersebut gegabah dan tidak berdasar.
Marcus menjelaskan bahwa dua jenis pemalsuan dalam hukum pidana, yaitu membuat palsu dan memalsukan, tidak relevan dalam kasus ini. Sebab, semua dokumen pendukung seperti keikutsertaan kuliah, ujian, dan yudisium Jokowi tersedia lengkap di Fakultas Kehutanan.
“Jika kemudian ada dugaan bahwa UGM melakukan perlindungan untuk kepentingan Joko Widodo, itu sangat salah dan gegabah,” pungkas Marcus.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
