
Pasukan TNI masih berada di Papua untuk operasi pencarian karyawan PT Istaka Karya yang pasca penyerangan kelompok separatis Papua. (Cenderawasih Pos)
JawaPos.com – Kontak tembak antara TNI dan kelompok separatis teroris (KST) di Mugi-Mam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, akhir pekan lalu (15/4) tidak hanya menewaskan Pratu Miftahul Arifin. Lima personel TNI lainnya dilaporkan belum kembali ke pos masing-masing.
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Bambang Ismawan memastikan bahwa pencarian terus dilakukan terhadap prajurit TNI yang belum ditemukan seusai kontak tembak. ”Sampai siang tadi (kemarin siang, Red) masih dilakukan pencarian. Tinggal lima yang terakhir,” katanya kemarin (17/4).
Perwira tinggi bintang tiga itu menegaskan, sejauh ini satu prajurit terkonfirmasi meninggal di medan tugas saat insiden di Mugi-Mam, yakni Pratu Arifin. Pihaknya belum menerima kabar adanya korban lain.
Berdasar informasi terakhir yang diterima Bambang, kemarin siang ada empat prajurit yang kembali ke pos masing-masing. Mereka dipastikan dalam keadaan sehat. ”Jadi, tinggal lima orang itu (yang masih dicari, Red). Mudah-mudahan segera kami temukan,” imbuhnya. Dengan kembalinya empat personel tersebut, pihaknya optimistis lima personel lainnya juga bisa kembali dalam keadaan selamat.
Bambang menepis kabar yang menyebutkan bahwa KST telah mengambil sembilan pucuk senjata api milik prajurit TNI setelah insiden Sabtu lalu. ”Tidak, tidak ada itu. Senjata semua kembali,” tegasnya.
Terkait evakuasi Pratu Miftahul Arifin, hingga kemarin jenazah personel Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 321/Galuh Taruna itu masih berada di wilayah Mugi-Mam. Menurut Bambang, cuaca dan medan menjadi kendala utama evakuasi. ”Cuacanya tidak menentu, kadang-kadang satu hari hanya dua jam cerah. Habis itu tertutup kabut. Jadi, untuk pengambilan jenazah, helikopter kami tidak bisa langsung merapat,” jelasnya.
Bambang menambahkan, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono bersama para pejabat terkait sudah berada di Timika, Mimika, Papua Tengah. ”Panglima TNI ke sana untuk melihat langsung di lapangan. Apa yang dibutuhkan prajurit di lapangan,” ujarnya.
Karena itu, Bambang belum bisa menyampaikan langkah-langkah lanjutan yang dilakukan TNI. Penambahan pasukan atau alat utama sistem persenjataan (alutsista) seperti helikopter, semua ditentukan setelah panglima TNI bertemu dengan para prajurit di lapangan. (syn/c9/fal)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
