JawaPos.com - Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Barat (Jabar) masih mendalami penyebab kecelakaan maut di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2, Bogor, Jawa Barat, yang melibatkan kendaraan truk Hino.
Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Ruminio Ardano menyatakan, hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung. Namun, berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tidak ditemukan adanya jejak bekas pengereman di lokasi kejadian.
Namun, belum diketahui pasti penyebab terjadinya kecelakaan. Apakah disebabkan oleh rem blong atau sopir yang mengantuk hingga tidak menginjak rem.
"Untuk itu, kesimpulannya saat ini kami masih melakukan penyidikan lebih dalam lagi. Yang pasti di lokasi kejadian kami tidak menemukan jejak bekas rem," ujarnya di RSUD Ciawi, Rabu (5/2) malam.
Ruminio melanjutkan, pihaknya akan menerjunkan ahli guna memeriksa truk bermerek Hino itu. Diharapkan nantinya dapat diketahui apakah rem tersebut berfungsi atau tidak saat kejadian.
"Apakah sebelum, sesaat dan saat terjadinya benturan, apakah fungsi remnya berfungsi atau tidak? Nah ini masih kita dalami kembali," terangnya.
Ruminio menjelaskan, Korlantas Polri dan Polda Jawa Barat telah melibatkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) dalam melaksanakan olah TKP. Saat ini, tim tersebut masih melaksanakan kajian lebih lanjut.
"Karena yang pasti dan jelas, di TKP kita tidak menemukan jejak pengereman. Semoga besok kita sudah bisa ada perkembangan lagi, saat ini di sedang melaksanakan pengkajian dengan TAA," jelas Ruminio.
Diketahui, insiden kecelakaan di GT Ciawi 2 yang terjadi pada Selasa malam (4/2) pukul 23.30 WIB. Kecelakaan bermula saat sebuah truk dengan muatan air galon melaju dari arah Ciawi menuju Jakarta.
Setibanya di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2, truk hilang kendali sehingga oleng ke arah kanan dan menabrak rangkaian kendaraan yang sedang melakukan transaksi pembayaran e-tol.
Sebanyak enam kendaraan terlibat dalam insiden ini, yakni truk B 9235 PYE, Avanza B 1381 BEY, Inovasi B 2612 TRX, Avanza (terbakar), Avanza (terbakar), dan Avanza F 1626 TZ.
Total terdapat 19 korban dalam insiden ini. Delapan korban diantaranya meninggal dunia. Sedangkan 11 korban lainnya mengalami luka ringan, sedang hingga berat. (*)