JawaPos.com - Percakapan antara Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak dan Pelaksana Harian (Plh) Direktur Jenderal (Dirjen) Minerba, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Idris Froyoto Sihite, viral di media sosial. Salah satu yang menarik perhatian publik yaitu omongan 'bisalah kita cari duit'.
Terkait hal ini, Johanis mengaku percakapan yang viral tersebut terjadi pada Oktober 2022, atau sebelum dirinya bertugas di lembaga antirasuah.
"Kemudian chatting saya dengan beliau terjadi pada Oktober 2022 sebelum saya bertugas sini dan menjelang memasuki usia pensiun," ucap Johanis di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (13/4).
Idris berkilah, topik tersebut wajar saja dibicarakan oleh mereka yang berada pada fase jelang pensiun. Untuk diketahui, Johanis pernah menjabat Direktur Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi.
"Tentunya orang usia pensiun dalam kondisi sibuk kemudian kita harus persiapkan juga. Sama kaya orang akan menikah kita persiapkan juga hal-hal yang diperlukan," sambungnya.
Johanis pun mengaku, dirinya bersahabat lama dengan Idris Sihite dan pernah sama-sama bekerja di Kejaksaan Agung. "Saya bersahabat dengan beliau (Idris), saya satu kantor dengan beliau dulu. sehingga persahabatan berjalan sebagaimana semestinya," kata Johanis.
Dia pun memastikan, tidak ada konteks pembicaraan negatif dengan Idris, yang saat ini juga sempat menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi tunjangan kinerja di Kementerian ESDM. Bahkan, Johanis mengklaim baru tahu kalau Idris saat ini menjabat sebagai Plh Dirjen Minerba dan Kepala Biro Hukum Kementerian ESDM.
"Terus terang saya berani bersumpah bahwasanya saya baru tahu ketika di sini ada (kasus) seperti itu, bahwa loh ini orang ternyata Plh Dirjen Minerba," akunya.
Atas dasar itu, Johanis merasa tidak ada yang salah dengan percakapannya bersama Idris. Pasalnya, saat itu dirinya belum terpilih dan belum dilantik sebagai Pimpinan KPK.
"Kecuali kalau saya sudah dilantik dan melaksanakan tugas, itu baru tidak benar. Demi Tuhan saya belum melaksanakan," tegas Johanis.
Berikut isi percakapan keduanya yang beredar di media sosial:
Johanis: Selamat Malam Pak Karo, bisa sy tlp. Salam Sehat J. Tanak
Idris: Malam Pa
Johanis: Waduh, masi bisalah kita cari duit, saya sdh buka kantor dgn teman, tp sy madi main di belakang layar, kita bisa bergabunglah main di belakang layar RHS cuma tuk konsumsi kita aja
Idris: Mantaaaaap pak
Johanis: Iya, sy pun agak terlambat tp sejak thn 2012 sy mulai diminta teman2 tuk bantu2 di perusahaan mereka tp tdk full time. Hal tsb sy lakoni krs sy sadar bhw tdk ada pimpinan Kejaksaan yg mau perhatikan kita, jd sy perlu berpikir n menyikapi langkah yg tepat tuk mengatasi kebutuhan hidup di Jkt ini yg penuh tantangan hidup.
Sekarang sy mulai coba buka kantor dgn teman, salah 1 kawan saya marga purba, bukan dr Kejaksaan. Kerjaan sy carikan klien, diskusi dgn klien n ikut membuat konsep yg akan dikerjakan nanti teman2 yg maju siang atau negosiasi dgn pihak lawan.
Kalau kita cuma harap gaji, ras (chat terputus)
Idris: Bagus sekali pak.