
Jubir KPK Budi Prasetyo. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, Fransiskus Bagus Panuntun, sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi yang menjerat Wali Kota nonaktif Madiun, Maidi, pada Senin (11/5).
Dalam pemeriksaan tersebut, KPK mendalami pengetahuan Bagus Panuntun terkait proses perencanaan dan permintaan dana corporate social responsibility (CSR) yang diduga dilakukan Maidi.
"Saksi didalami pengetahuannya berkaitan dengan proses-proses perencanaan dan permintaan dana CSR yang dilakukan oleh tersangka Wali Kota Madiun kepada pihak-pihak swasta," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (12/5).
Budi menduga Maidi turut meminta dana CSR kepada sejumlah pihak swasta di Madiun. Karena itu, KPK juga memeriksa beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, yakni Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Madiun, Agus Mursidi, serta Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun, Agus Tri Tjahjanto.
"Sehingga dalam pemeriksaan hari ini juga dijadwalkan saksi dari PUPR, kemudian dari dinas lainnya. Ini juga berkaitan dengan adanya dugaan izin yang tidak diberikan kepada pihak swasta yang tidak kunjung memberikan dana CSR sesuai permintaan dari Wali Kota Madiun," ujarnya.
KPK menduga Maidi turut melakukan ancaman untuk memeras pihak swasta. Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan penerimaan uang di sejumlah dinas Pemerintah Kota Madiun yang diduga mengalir untuk kepentingan pribadi Maidi.
"Sehingga unsur ancaman atau unsur pemerasannya menjadi kuat ya dalam konstruksi perkara ini," imbuhnya.
Sementara, Plt Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, memilih bungkam saat keluar dari ruang pemeriksaan penyidik KPK. Bagus Panuntun menjalani pemeriksaan selama hampir 10 jam, sejak pukul 07.39 WIB hingga pukul 17.49 WIB.
“Tanya penyidik saja ya,” ucap Bagus usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (11/5).
Meski dicecar sejumlah pertanyaan oleh awak media, Bagus tetap irit bicara dan langsung mempercepat langkah menuju mobil putih yang telah menunggunya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
