Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Januari 2025 | 20.26 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Bahas Empat Hal Strategis dengan Menhan Jepang, Termasuk Kerja Sama Alutsista

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Jepang Nakatani Gen dalam Upacara Jajar Kehormatan di Kantor Kemhan pada Selasa (7/1). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com).

JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan Menhan Jepang Nakatani Gen pada Selasa (7/1). Oleh Sjafrie, Nakatani disambut dengan Upacara Jajar Kehormatan di kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan). Selain meningkatkan kerja sama bidang pertahanan, kunjungan tersebut sebagai bagian dalam persiapan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Shigeru Ishiba. 

Keterangan itu disampaikan secara langsung oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas. ”Ini bagian dari agenda kerja sama Indonesia dengan Jepang dalam rangka penguatan kerjasama pertahanan. Tadi memang dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga dan ada pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dengan Jepang,” terang dia. 

Menurut jenderal bintang satu TNI AD itu, Jepang merupakan negara sahabat yang sangat dekat dengan Indonesia. Kedua pihak telah mencapai berbagai kesepakatan bersama. Karena itu, pertemuan antara Sjafrie dengan Nakatani hari ini meneguhkan hubungan baik tersebut. ”Kurang lebih ada empat pilar tadi yang menjadi pokok dari pembicaraan,” kata mantan komandan Kodim 0502/Jakarta Utara tersebut. 

Empat hal strategis yang dibahas bersama oleh kedua pihak terdiri atas peningkatan komunikasi di level tinggi. ”Karena kita tahu bahwa Indonesia dengan Jepang dalam beberapa tahun terakhir ini sudah meningkatkan status yang tadinya strategic partnership sekarang menjadi comprehensive strategic partnership, sehingga harapannya ada penguatan hubungan bilateral termasuk hubungan pertahanan,” jelas dia. 

Kedua, kata Frega, kerja sama pada level satuan. Dia menyatakan bahwa militer Indonesia dengan militer Jepang telah terlibat dalam berbagai latihan bersama. Termasuk diantaranya Super Garuda Shield atau SGS dan Multilateral Naval Exercise Komodo atau MNEK. ”Itu menunjukkan keinginan untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam interoperabilitas, kemudian juga penguatan kerja sama pertahanan,” jelasnya.

Ketiga, penguatan kerja sama yang dilakukan melalui pertukaran personel. Menurut Frega, kerja sama itu sudah berlangsung sejak 1998. Beberapa perwira TNI belajar di Jepang dengan menempuh pendidikan di National Defense Academy (NDA) Sebaliknya, para perwira militer dari Jepang juga belajar di Indonesia. ”Ada komitmen untuk terus ditingkatkan dan ada rencana penambahan alokasi untuk siswa dari Indonesia,” imbuhnya. 

Keempat, Indonesia dan Jepang juga membahas soal kerja sama peralatan militer atau alat utama sistem persenjataan (alutsista). ”Promosi kerja sama peralatan militer, karena kita tahu bahwa Jepang punya teknologi pertahanan yang maju. Tadi sempat dibahas bagaimana kita meningkatkan kerja sama peralatan militer, sehingga nanti ada transfer of technology yang berfaedah untuk Indonesia dalam meningkatkan kekuatan pertahanan,” jelasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore