Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Desember 2024 | 01.40 WIB

Disebut Hasto Bukan Lagi Kader PDIP, Jokowi: Berarti Partainya Perorangan

ILUSTRASI JOKOWI. (AGUNG KURNIAWAN/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI JOKOWI. (AGUNG KURNIAWAN/JAWA POS)

 
JawaPos.com - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, dirinya kini
menjadi partai perorangan. Pernyataan itu dilontarkan merespons Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang menyatakan bahwa Jokowi beserta keluarganya bukan lagi kader partai berlambang moncong putih.
 
“Ya, berarti partainya perorangan,” kata Jokowi kepada wartawan, Kamis (5/12). 
 
Jokowi belum memutuskan untuk berlabuh dengan partai politik lain, setelah PDIP tidak lagi menganggap dirinya sebagai kader.
 
"Partaimya perorangan. Tadi kan sudah saya jawab, partai perorangan," ucap Jokowi.
 
 
Di sisi lain, Jokowi juga enggan menanggapi pertemuan antara mantan kekasih putra bungsunya, Kaesang Pangarep, Felicia Tissue dengan Hasto Kristiyanto. “Ya ditanyakan saja ke sana,” tegas Jokowi. 
 
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto sebelumnya memastikan bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama dengan Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution bukan lagi kader PDIP. Menurutnya, sikap Jokowi dan keluarga tidak lagi sejalan dengan PDIP.
 
"Saya tegaskan kembali bahwa Pak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan," tegas Hasto di Sekolah Partai PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/12).
 
Menurut Hasto, praktik-praktik politik yang dilakukan Jokowi dan keluarganya tidak lagi sejalan dengan cita-cita partai yang telah diperjuangkan sejak masa Presiden pertama RI Soekarno alias Bung Karno.
 
 
"Sehingga itulah yang terjadi, dan kemudian kita melihat bagaimana ambisi kekuasaan ternyata juga tidak pernah berhenti," ucap Hasto.
 
Hasto mengungkit kiprah Jokowi yang diangkat dari rakyat biasa menjadi seorang pemimpin negara. Namun, praktik-praktik politik yang dilakukan Jokowi dan keluarga harus bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak, utamanya bagaimana menjalankan disiplin partai.
 
"Kemudian bagaimana rapat Kerja Nasional yang ke-V, kami juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Indonesia tentang seorang pemimpin yang karena kekuasaannya kemudian bisa berubah dan merubahkan cita-cita yang membentuknya," pungkasnya.
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore