
Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus ditemui disela-sela Kongres VI PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali, Sabtu (2/8). (Ridwan/ JawaPos.com)
JawaPos.com - PDI Perjuangan merespons berbagai kritik dan sindiran dari sejumlah partai politik pendukung pemerintah terkait posisi partai berlambang banteng tersebut yang memilih berada di luar pemerintahan. Sebab, sejumlah parpol di antaranya PKB, Partai Golkar, hingga Partai Demokrat mempertanyakan komitmen politik PDIP.
Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, menilai tudingan yang diarahkan kepada partainya tidak tepat dan menunjukkan kegelisahan politik dari parpol pendukung pemerintah. Menurutnya, kritik tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar.
"Saya mencermati dengan seksama pernyataan sejumlah partai politik belakangan ini yang mempersoalkan posisi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang. Ada yang menyebut politik dua kaki, ada yang meminta kami tegas di dalam atau di luar pemerintahan. Saya melihat sikap partai-partai ini sungguh mengherankan dan tidak pada tempatnya," kata Deddy kepada wartawan, Senin (22/6).
Ia menegaskan, sistem ketatanegaraan Indonesia tidak mengenal oposisi secara formal. Dalam praktiknya, partai politik hanya berada di dalam atau di luar pemerintahan, dan PDIP telah menentukan sikapnya secara jelas.
"PDI Perjuangan dengan jelas telah menyatakan posisi kami di luar kabinet, tetapi tetap menjalankan fungsi pengawasan yang konstitusional melalui mekanisme DPR. Ini bukan sikap ambigu, ini adalah mandat Rakernas partai yang sudah kami jalankan secara konsisten," ujarnya.
Menurut Deddy, keberadaan PDIP di luar pemerintahan seharusnya dipandang sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat. Karena itu, ia mempertanyakan alasan sejumlah partai koalisi merasa terganggu dengan posisi politik partainya.
"Justru yang perlu dipertanyakan, mengapa partai-partai ini begitu khawatir dengan keberadaan PDI Perjuangan? Apakah karena kurang percaya diri? Atau ada kegalauan di internal koalisi sehingga mencari kambing hitam?" lanjutnya.
Deddy juga mempersilakan partai politik yang merasa tidak nyaman dengan kondisi politik saat ini untuk menentukan sikap secara terbuka, tanpa menyeret PDIP ke dalam polemik yang tidak relevan.
"Jika ada partai yang tidak nyaman dengan situasi politik saat ini, silakan keluar dari pemerintahan. Tidak perlu membuat isu aneh dan menyeret-nyeret PDI Perjuangan. Ini bukan cara berpolitik yang elegan," jelasnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
