
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kedua kiri) bersama Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan), Ketua DPP Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional Ronny Talapessy (kiri) dan juru bicara PDIP Guntur Romli (kanan)(Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - PDI Perjuangan menyoroti informasi dugaan pemberian uang kepada sejumlah mahasiswa yang sempat bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, polemik tersebut justru berujung pada serangan politik terhadap PDIP, meskipun partainya tidak memiliki keterkaitan dengan dugaan tersebut.
Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, mempertanyakan logika pihak-pihak yang tetap menyalahkan PDIP di tengah beredarnya informasi mengenai dugaan aliran uang kepada mahasiswa. Menurutnya, tudingan yang diarahkan kepada partainya tidak memiliki dasar yang jelas.
"Ada informasi mahasiswa yang menemui Gibran menerima suap duit, eh yang diserang parpol-parpol pemerintahan tetap PDI Perjuangan, yang salah siapa, yang disalahkan pihak yang mana?" kata Guntur Romli dalam ungganan media sosial pribadinya, Rabu (24/6).
Ia menilai, upaya mencari pihak yang dapat dijadikan sasaran kesalahan merupakan bentuk sikap politik yang tidak bertanggung jawab. Guntur menyebut pihak yang seharusnya dievaluasi justru kebijakan pemerintah yang kini menuai berbagai kritik.
"Mencari kambing hitam adalah sikap politik yang pengecut, proyek pemerintah MBG yang dibangga-banggakan justru mulai menampakkan borok kegagalannya," ujarnya.
Menurut Guntur, berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya menjadi perhatian utama partai-partai pendukung pemerintah. Namun, yang terjadi justru serangan politik diarahkan kepada PDIP.
"Namun ironisnya, bidik tembak partai-partai koalisi bukan diarahkan pada evaluasi kebijakan yang karut-marut tersebut, melainkan secara brutal menyasar PDI Perjuangan," tegasnya.
Guntur juga menyoroti tuntutan sejumlah pihak yang terus mendesak PDIP untuk secara resmi mengambil posisi sebagai oposisi. Menurutnya, sikap politik partainya selama ini sudah jelas dan tidak perlu dibatasi oleh label tertentu.
Ia menilai, isu yang diarahkan kepada PDIP hanya merupakan bentuk pengalihan perhatian dari persoalan yang lebih substansial. Guntur menyebut pola semacam itu sudah sering digunakan dalam dinamika politik nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
