
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Adin Bondar (tengah) di acara Kepustakaan Islam Award 2024 Kemenag (23/22) malam. (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Masjid di Indonesia saat ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, seperti salat dan mengaji. Tetapi masjid juga berkembang, menjadi pusat literasi masyarakat.
Data dari Kementerian Agama (Kemenag) menyebutkan sebanyak 220 ribuan masjid di penjuru Indonesia dilengkapi dengan perpustakaan. Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Adin Bondar usai mengikuti puncak Kepustakaan Islam Award (KIA) 2024 di Jakarta pada Sabtu (23/11) malam.
Dia mengatakan, informasi dari tim di Ditjen Bimas Islam Kemenag menyebutkan ada sekitar 220 ribu masjid di Indonesia yang memiliki perpustakaan. "Kita dorong (dilakukan) revitalisasi dengan bacaan-bacaan berkualitas," katanya.
Dia mengatakan, pada tahun depan, akan melakukan revitalisasi perpustakaan sebanyak 10 ribu unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.000 unit kegiatan revitalisasi dilakukan untuk perpustakaan di masjid-masjid.
Adin mengatakan, perpustakaan harus menjadi ruang belajar dan meningkatkan keterampilan hidup. Sehingga bisa sejalan dengan visi pemerintah mengejar Indonesia Emas 2045.
Dia menegaskan, untuk mencapai Indonesia Emas 2045 itu perlu didorong dengan kecakapan literasi. "Kecakapan literasi menjadi indikator utama pembangunan," katanya.
Program pemerintah seperti penurunan angka stunting sampai dengan transformasi kesejahteraan masyarakat, perlu didukung dengan aspek literasi. Dia mengatakan, semakin tinggi literasi masyarakat, maka kesejahteraan mereka semakin baik.
Dalam kesempatan yang sama, Plt Direktur Urusan Syariah Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Ahmad Zayadi mengatakan, mereka berupaya terus untuk membangun budaya baca dan penguatan literasi Islam. Menurutnya peningkatan literasi umat beragama sangat penting.
Karena dengan memperkaya literasi, maka mendapatkan pemahaman keagamaan yang mendalam. "Serta pemahaman agama yang rasional dan kontekstual," tuturnya.
Dia menegaskan, akan memperkuat penyelenggaraan Kepustakaan Islam Award untuk tahun-tahun mendatang, dengan kolaborasi bersama Perpusnas. Dia menegaskan, masyarakat tidak hanya membutuhkan literasi kemasyarakatan, tetapi juga literasi keagamaan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
