Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 November 2024 | 12.21 WIB

BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan November 2024-Februari 2025

Bibit Siklon Tropis 96S dan Bibit Siklon Tropis 99B di Samudera Hindia yang berdampak pada terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Sumatera. (Antara) - Image

Bibit Siklon Tropis 96S dan Bibit Siklon Tropis 99B di Samudera Hindia yang berdampak pada terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Sumatera. (Antara)

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa puncak musim hujan untuk periode 2024/2025 akan terjadi antara November 2024 hingga Februari 2025.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, puncak musim hujan ini akan bervariasi di beberapa wilayah Indonesia. Pada November hingga Desember 2024, sejumlah wilayah diperkirakan akan mengalami puncak musim hujan. Wilayah yang dimaksud di antaranya sebagian Sumatera, pesisir selatan Pulau Jawa, serta Kalimantan.

”Sementara itu, untuk periode Januari hingga Februari 2025, wilayah yang diprediksi akan mengalami puncak musim hujan antara lain Lampung, Jawa bagian utara, sebagian Sulawesi, Bali, NTB, NTT, serta sebagian besar Papua,” papar Dwikorita Karnawati sepertti dilansir dari Antara.

Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena menambahkan, hingga pertengahan November 2024, indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan kecenderungan La Nina yang lemah. ”Di sisi lain, indeks Indian Ocean Dipole menunjukkan nilai negatif menuju kondisi netral,” terang Ardhasena.

Kondisi tersebut menurut dia, berpotensi mempengaruhi pola cuaca di Indonesia. Secara umum suhu muka laut Indonesia lebih hangat dari biasanya, yang berpotensi mendatangkan gangguan iklim basah hingga awal 2025.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengungkapkan, terdapat dua bibit siklon tropis yang sedang berkembang di Samudra Hindia, yaitu Bibit Siklon Tropis 96S di sebelah barat daya Bengkulu dan Bibit Siklon Tropis 99B di sebelah barat Aceh. Kedua bibit siklon ini berpotensi memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap cuaca dan perairan di wilayah Indonesia bagian barat.

”Selain itu, beberapa fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin juga sedang aktif,” kata Guswanto.

Dia mengatakan, fenomena itu dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem dalam beberapa pekan ke depan. Seperti hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

”BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi,” ucap Guswanto.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore