
Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak (kiri) berbincang dengan Ida Budhiati (kanan) usai mengikuti pengambilan nomer urut dan pembuatan makalah di Komisi III DPR, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2024). (Salman Toyibi/Jaw
JawaPos.com - Meski mendapat kritik pedas dari kalangan pegiat antikorupsi, pemilihan pimpinan dan Dewan Pengawas (Dewas) KPK terus bergulir. Kemarin (18/11) proses tersebut masuk tahap fit and proper test di Komisi III DPR.
Tes itu ditargetkan rampung Kamis (21/11). DPR akan menentukan lima pimpinan dari 10 nama yang mengikuti fit and proper test. Begitu pula dengan dewas, DPR akan memilih lima dari 10 nama. ”Semoga Kamis (lusa, Red), semua proses selesai,” kata Ketua Komisi III DPR Habiburokhman.
Habiburokhman mengaku dilema. Sebab, semua calon punya kualitas yang sama. Baik dari aspek integritas maupun jejak rekam. Dia pun berterima kasih kepada panitia seleksi (pansel) yang menyuguhkan calon-calon terbaik. ”Kalau boleh kami pilih semua (calon), tapi undang-undang mengharuskan kami hanya memilih lima,” kata politikus Gerindra tersebut. Selain punya jejak rekam dan integritas, Habiburokhman menilai para calon memiliki gagasan besar terkait pemberantasan korupsi.
Ketua IM57+ Institute Lakso Anindito menyebut proses pemilihan pimpinan dan Dewas KPK menjadi pertaruhan bagi presiden serta para aktor politik di DPR. Sebab, sosok pimpinan terpilih nanti menjadi legasi.
Lakso mengingatkan, para aktor politik tidak sekadar beretorika menyelamatkan pemberantasan korupsi. Sebab, kondisi pemberantasan korupsi saat ini tidak baik-baik saja. Pimpinan KPK yang dipilih DPR lima tahun lalu menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi karut-marut tersebut. ”Jangan sampai proses (fit and proper test) ini hanya menjadi legitimasi dari kandidat yang sebenarnya sudah dipilih sejak awal,” kata Lakso kepada Jawa Pos.
Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos, dari 10 nama capim yang mengikuti fit and proper test , beberapa nama digadang-gadang akan menjadi pimpinan KPK. Salah satunya, Setyo Budiyanto. Informasi tersebut santer beredar sejak awal proses seleksi capim KPK.
Lakso menambahkan, DPR harus membuktikan bahwa tes kelayakan dan kepatutan calon bukan sekadar formalitas. Salah satunya dengan menggali kemampuan calon dalam menjawab persoalan inti KPK. Yakni, integritas dan independensi. Persoalan integritas di KPK, lanjut Lakso, harus menjadi perhatian serius. Apalagi, dua pimpinan KPK sudah dinyatakan melanggar etik. Bahkan, mantan Ketua KPK Firli Bahuri saat ini berstatus tersangka. ”Independensi juga penting untuk mencegah KPK digunakan sebagai alat gebuk politik,” paparnya. (tyo/elo/c7/oni)
---
REKAM JEJAK 10 CAPIM KPK
1. Agus Joko Pramono
2. Ahmad Alamsyah Saragih
3. Djoko Poerwanto
4. Fitroh Rohcahyanto
5. Ibnu Basuki Widodo
6. Ida Budhiati

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
