Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Oktober 2024 | 18.45 WIB

Dapat Izin dari Bawaslu, Jokowi Bakal Jadi Jurkam Ahmad Luthfi dan Taj Yasin di Pilgub Jateng

DISKUSI: Cagub Jateng Ahmad Lutfi mengunggah foto pertemuan dengan Jokowi dan cawagub Taj Yasin di laman media sosial kemarin (29/10). (INSTAGRAM AHMAD LUTFI_OFFICIAL) - Image

DISKUSI: Cagub Jateng Ahmad Lutfi mengunggah foto pertemuan dengan Jokowi dan cawagub Taj Yasin di laman media sosial kemarin (29/10). (INSTAGRAM AHMAD LUTFI_OFFICIAL)

JawaPos.com – Harapan Koalisi Indonesia Maju (KIM) agar mantan Presiden Joko Widodo turun gunung menjadi juru kampanye (jurkam) mendapat lampu hijau. Jokowi rencananya akan menjadi jurkam untuk pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen di pilgub Jawa Tengah.

Sebelumnya, KIM meminta Jokowi menjadi salah satu juru kampanye di Jateng. Rencana itu disampaikan Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah Sudaryono seusai rapat koordinasi pemenangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin bersama ketua DPD partai KIM, Minggu (27/10).

Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengatakan, secara hukum Jokowi merupakan warga negara biasa. Sehingga berbagai batasan yang sempat mengikat saat Jokowi menjabat presiden tidak lagi berlaku.

’’Status beliau sebagai warga negara biasa. Apakah boleh berpihak? Ya, boleh berpihak,’’ ujarnya seusai penandatanganan MoU pengawasan dengan pemantau pemilu di kantor Bawaslu RI, Jakarta, kemarin (29/10).

Bagja menjelaskan, dalam ketentuan UU Pilkada, pengaturan kampanye hanya berlaku untuk presiden definitif. Adapun para mantan presiden tidak ada larangan khusus. ’’Karena larangannya berkaitan dengan jabatannya, bukan personnya,’’ imbuhnya.

Praktik tersebut sudah berlangsung. Bagja mencontohkan, Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ikut berkampanye dalam posisi sebagai pimpinan partai.

Pakar kepemiluan Universitas Indonesia Titi Anggraini mengatakan, langkah Jokowi menunjukkan perlawanan terbuka terhadap PDIP dan calon yang diusungnya, yakni Andhika Perkasa-Hendrar Pribadi. Jokowi ingin menegaskan eksistensi pengaruhnya di Jateng.

’’Ini juga menegaskan keberpihakan Jokowi yang sudah dimulai sejak pilpres lalu. Bahwa campur tangan politik Jokowi di pilpres bukanlah isapan jempol,’’ ujarnya.

Titi menilai, hal yang perlu diantisipasi adanya potensi politisasi birokrasi yang melibatkan aparatur negara. Apalagi sejak pilpres sudah santer soal dugaan cawe-cawe. ’’Bawaslu harus ambil langkah pengawasan yang efektif dan antisipatif agar tidak menimbulkan kecurigaan serta kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat,’’ tuturnya.

Sementara itu, meski belum berkampanye secara langsung, sinyal dukungan diberikan Jokowi. Hal tersebut ditunjukkan lewat pertemuan Jokowi dengan Luthfi dan Yasin. Pertemuan itu diunggah Luthfi di media sosialnya kemarin. (far/c6/bay)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore