Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Oktober 2024 | 16.37 WIB

5 Fakta Menarik Tentang Sumpah Pemuda yang Jarang Diketahui Banyak Orang, Apa Saja?

Ilustrasi bendera merah putih - Image

Ilustrasi bendera merah putih

JawaPos.com – Sumpah Pemuda menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang selalu diperingati setiap tanggal 28 Oktober.

Di balik upaya pemuda-pemudi Indonesia saat itu yang bersumpah untuk bersatu sebagai bangsa, terdapat banyak fakta menarik yang sering luput dari perhatian.

Ada beberapa hal menarik yang tak banyak diketahui orang mengenai sejarah ini.

Dilansir dari binus.ac.id pada Minggu (27/10), diterangkan bahwa terdapat beberapa fakta menarik mengenai sumpah pemuda yang jarang diketahui oleh banyak orang.

1. Pertama kali tidak dinamakan “sumpah pemuda

Menariknya, rumusan ikrar yang kini kita kenal sebagai Sumpah Pemuda sebenarnya tidak langsung mendapat namanya saat pertama kali dibacakan. Mohammad Yamin, yang menulis rumusan tersebut, tidak memberikan judul secara khusus pada naskah yang ia tulis.

Para pemuda yang hadir dalam kongres pun membacakan ikrar tersebut tanpa nama atau sebutan tertentu yang menandainya. Istilah “Sumpah Pemuda” baru muncul beberapa hari setelah kongres berlangsung.

Namun, meski begitu penetapan tanggal peringatannya tetap mengacu pada momen bersejarah 28 Oktober saat ikrar tersebut pertama kali dibacakan.

2. Dikumandangkan di rumah milik seorang Tionghoa

Kiprah pemuda keturunan Tionghoa dalam pembentukan persatuan Indonesia ternyata sangat signifikan, terutama dalam penyelenggaraan Kongres Pemuda II. Gedung yang menjadi saksi bisu pengikraran Sumpah Pemuda adalah asrama pelajar milik Sie Kok Liang, seorang keturunan Tionghoa yang berjiwa nasionalis.

Di gedung yang terletak di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta Pusat inilah, para pemuda dari berbagai latar belakang, termasuk perwakilan pemuda Tionghoa, berkumpul dan bersatu mengikrarkan tekad mereka.

Lokasi bersejarah ini kini telah diabadikan menjadi Museum Sumpah Pemuda dan ditetapkan sebagai cagar budaya yang masih bisa dikunjungi hingga saat ini. Di museum ini, pengunjung dapat mempelajari dan menghayati berbagai aspek sejarah yang terkait dengan momen bersejarah tersebut.

3. Lagu Indonesia Raya pertama kali dilantunkan

Kongres Pemuda II di Batavia tidak hanya melahirkan ikrar persatuan, tetapi juga menjadi panggung perdana bagi lagu yang kelak menjadi lagu kebangsaan Indonesia. W.R. Supratman memperdengarkan alunan biola yang membawakan lagu ciptaannya, Indonesia Raya, untuk pertama kalinya di hadapan peserta kongres.

Namun, di momen bersejarah ini terjadi penyesuaian lirik yang harus dilakukan demi menghindari kecurigaan pemerintah kolonial Hindia Belanda yang mengawasi jalannya kongres. Kata “merdeka” misalnya, yang dalam lirik asli diganti menjadi kata “mulia”.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore