Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 September 2024 | 21.21 WIB

Direplikasi Thailand dan Malaysia, Khofifah-Emil Makin Semangat Lanjutkan Program One Pesantren One Product dan Millennial Job Center

KOMITMEN UNTUK JATIM: Khofifah bertemu Rektor Universitas Al Azhar Mesi Prof Dr Salama Gomaa Daud, Sabtu (14/9) malam. Selain membahas kerja sama keagamaan, kedua pihak membicarakan program beasiswa. - Image

KOMITMEN UNTUK JATIM: Khofifah bertemu Rektor Universitas Al Azhar Mesi Prof Dr Salama Gomaa Daud, Sabtu (14/9) malam. Selain membahas kerja sama keagamaan, kedua pihak membicarakan program beasiswa.

JawaPos.com – Program One Pesantren One Product (OPOP) yang digagas Khofifah Indar Parawansa bakal direplikasi Thailand dan Malaysia. Jika nanti terpilih kembali sebagai gubernur Jawa Timur, Khofifah berkomitmen untuk melanjutkan program tersebut. Sudah ada koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkannya.

Sebagai inisiator, Khofifah mengatakan bahwa OPOP Jatim adalah program yang sengaja dia gagas untuk mengangkat ketahanan ekonomi di lingkungan pesantren. Program tersebut melibatkan tiga pilar. Yakni, santripreneur, pesantrenpreneur, dan sociopreneur. ”Ponpes di Jatim jumlahnya mencapai 7.200 lembaga dengan jumlah santri mencapai hampir 1 juta orang. Jumlah tersebut merupakan seperempat populasi jumlah santri di Indonesia,” ungkap Khofifah.

Melihat data tersebut, lanjut Ketum Muslimat NU itu, harus ada upaya penting untuk melakukan pemberdayaan pesantren, santri dan alumni, serta masyarakat pesantren dengan fokus entrepreneurship. ”Sejauh ini OPOP sukses dijalankan dengan melibatkan peran aktif pesantren, santri, alumni, dan masyarakat pesantren. Ini juga membawa dampak ke masyarakat,” ujar Khofifah.

Sejak 2019, program OPOP Jatim telah menghasilkan 1.210 pesantrenpreneur. Kegiatan entrepreneurship, laboratorium kewirausahaan, dan vokasional skill telah menyasar lebih dari 500 ribu santri binaan dan telah membentuk 1.783 sociopreneur di Jawa Timur.

”Bahkan, kini produk pesantren OPOP Jatim telah dipasarkan ke negara-negara anggota OKI sebagaimana kami telah menginisiasi kerja sama antara Pemprov Jatim dengan Islamic Development Bank (IsDB) di Jeddah, Arab Saudi, dan dilanjutkan kerja sama dengan Serunai Commerce,” ucap Khofifah.

Dia menegaskan, OPOP akan terus dikembangkan dengan semangat mengangkat ekonomi masyarakat pesantren dan meningkatkan daya saing pesantren Jatim.

Sebagai incumbent, Khofifah dan Emil berkomitmen untuk melanjutkan visi dan misi yang dituangkan dalam periode pertama kepemimpinan. Sembilan program prioritas telah termaktub dalam Nawa Bhakti Satya yang menjadi bagian dari komitmen perjalanannya membangun Jatim lima tahun ke depan. Visi misi tersebut, kata dia, sudah diinput di dalam akun Sistem Informasi Pencalonan (Silon) KPU Jatim.

Selain OPOP, Khofifah juga berkomitmen mendorong UMKM Jawa Timur naik kelas. Salah satunya melalui program Millennial Job Center yang meliputi peningkatan desain dan kualitas packaging, memfasilitasi perizinan dan sertifikasi halal secara gratis, serta aktif menggelar misi dagang di berbagai provinsi di Indonesia.

Khofifah menegaskan, UMKM di Jatim tumbuh pesat. Perannya terhadap PDRB cukup besar. Bahkan, secara persentase, sudah hampir 60 persen atau lebih tepatnya 59,18 persen. ”Artinya bahwa kekuatan UMKM di Jatim sangat signifikan untuk bisa menjadi bagian dari pengungkit kesejahteraan,” pungkasnya. (hen/c17/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore