Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 September 2024 | 23.31 WIB

Beri Pembekalan Peserta Program PPRA XVII 2024, Wakasal Laksdya Erwin S Aldedharma Visi Pembangunan Jangka Panjang TNI AL

Wakasal Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma menyampaikan pembekalan di Ruang Bhineka Tunggal Ika, Lemhanas pada Selasa (3/9). - Image

Wakasal Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma menyampaikan pembekalan di Ruang Bhineka Tunggal Ika, Lemhanas pada Selasa (3/9).

JawaPos.com - Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma memberikan pembekalan kepada peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Tahun 2024 Lemhannas Republik Indonesia pada Selasa (3/9). Dia hadir mewakili Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

Dalam kesempatan tersebut, Erwin menyinggung soal visi pembangunan jangka panjang TNI AL yang diandalkan sebagai cara untuk mengantisipasi ancaman.

Pembekalan tersebut dia sampaikan di hadapan seratus peserta. Erwin menyampaikan bahwa wilayah perairan Indonesia atau teritorial laut Indonesia merupakan potensi besar. Namun, disaat bersamaan laut juga menjadi titik rawan atau vulnerability. Apalagi bila melihat perkembangan lingkungan strategis yang berlangsung cepat dinamis, dan tidak menentu. Sehingga ancaman pertahanan dan keamanan di laut semakin tinggi.

Karena itu, TNI AL menyiapkan solusi yang efektif dan efisien untuk menghadapi ancaman tersebut. ”Untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi, TNI Angkatan Laut telah meneguhkan visi pembangunan jangka panjangnya untuk mewujudkan TNI Angkatan Laut yang modern, berdaya gentar kawasan, dan berproyeksi global,” ungkap Wakasal. Visi tersebut dipastikan telah sesuai dengan postur pertahanan negara.

Bahkan, Erwin menyampaikan bahwa visi jangka panjang TNI AL turut disesuaikan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Dia menyebut, TNI AL yang modern berarti bahwa TNI AL harus memiliki keunggulan personel, alutsista, teknologi yang mutakhir, serta tata kelola yang efektif dan efisien dalam melaksanakan tugas.

Berdaya gentar kawasan memiliki arti bahwa TNI AL harus memiliki daya tangkal dan daya gempur atau fire power yang tinggi. Selain itu, TNI AL serta berpengalaman dalam operasi merespons situasi krisis di Kawasan Indo-Pasifik. Sedangkan berproyeksi global dimaksudkan sebagai kemampuan Angkatan Laut untuk beroperasi jauh di luar perairan yurisdiksi nasional Indonesia secara konsisten. Tujuannya guna melindungi kepentingan nasional Indonesia. (*)

--

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore