Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Agustus 2024 | 00.50 WIB

Asal-Usul Nama Mulyono sebelum Berubah Menjadi Jokowi yang Sempat VIral

Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat pembukaan Kongres ke-6 PAN di Jakarta, Jumat (23/8/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat pembukaan Kongres ke-6 PAN di Jakarta, Jumat (23/8/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Nama adalah komponen penting dari identitas seseorang. Acap kali nama mencerminkan budaya, sejarah, hingga harapan keluarga terhadap individu tersebut. Salah satu contoh menarik adalah nama Presiden RI Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Ternyata, ketika lahir diketahui memiliki nama asli Mulyono. 

Di tengah aksi protes RUU Pilkada yang dilakukan pada Kamis (22/08) nama kecil Jokowi itu sampai bertengger di trending media sosial X (twitter). Dari situ nama Mulyono itu ramai dibicarakan. 

Nama Mulyono diberi oleh kedua orang tua Jokowi, Widjiatno Notomihardjo dan Sudjitami Notomihardjo. Jokowi sempat mengungkapkan bahwa dirinya lahir pada 1961 di Rumah Sakit Brayat Minulyo, Kota Surakarta, Jawa Tengah (Jateng). 

Jokowi merupakan anak pertama dan memiliki tiga adik perempuan. Ayahnya merupakan seorang tukang kayu dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.

Dalam sebuah wawancara Jokowi mengungkapkan bahwa perubahan dari Mulyono menjadi Joko Widodo terjadi karena dirinya mengalami berbagai masalah kesehatan semasa kecil. 

Nama Mulyono yang memiliki arti "mulia". Ternyata nama itu dianggap tidak sesuai dengan untuk kondisi bayi tersebut. Oleh karena itu, Widjiatno Notomihardjo dan Sudjitami Notomihardjo sepakat mengubah anaknya dari Mulyono menjadi Joko Widodo. Arti dari nama itu dalah selamat dan sejahtera”. 

“Tapi nama itu tak terlalu lama saya miliki karena orang tua saya segera mencari nama baru ketika saya berulang kali sakit," ungkap Jokowi dalam buku Jokowi Menuju Cahaya yang diluncurkan pada 2018. 

Jokowi mengaku menghabiskan masa kecil di sebuah rumah bilik di pinggir kali. Tepatnya di daerah Srambatan, pinggiran Solo. Ayah Jokowi terpaksa berulang kali membawa keluarganya hidup berpindah dari satu rumah sewa ke rumah sewa lainnya.

Tempat tinggal mereka di bantaran Kali Anyar pernah kena gusur Pemerintah Kota Solo. Mereka kemudian menumpang di kediaman kerabat ayahnya di daerah Gondang.

 Pendidikan dasar ditempuh Jokowi di SD Negeri 112 Tirtoyoso, Solo, dan lulus tahun 1973. Lalu melanjutkan ke SMP Negeri 1 Surakarta hingga lulus tahun 1976. Lantas SMA Negeri 6 Surakarta dan lulus pada 1980. Kemudian Jokowi melanjutkan ke jenjang S-1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Di UGM, Jokowi mengambil program studi teknologi kayu. Di sana dia belajar lebih dalam tentang kayu. Mulai dari pemanfaatan kayu, struktur kayu, hingga teknologi kayu. Jokowi mengambil bidang studi teknologi kayu lantaran dirinya sangat erat dengan dunia perkayuan sejak kecil. 

Singkatan 'Jokowi' yang kini jadi nama populer Joko Widodo ternyata juga menyimpan cerita menarik. ‘Jokowi’ merupakan nama panggilan dari sahabatnya yang berasal dari Prancis, Bernard Chene. 

Bernard Chene adalah mitra usaha Jokowi ketika masih menjadi pengusaha meubel di Solo. Mereka bertemu di Solo pada 1999. Kala itu, Jokowi tengah merambah bisnis ekspor mebel ke Eropa melalui Bernard.*

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore