Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor MUI Pusat (17/7).
JawaPos.com - Di tengah gelombang protes terhadap ulah lima orang cendekiawan muda NU bertemu Presiden Israel Isaac Herzog, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan pandangan berbeda. Dia mengatakan selama pertemuan itu ingin mendiskusikan perdamaian, baginya boleh-boleh saja.
Pernyataan itu disampaikan JK usai mengikuti Rapat Pleno Dewan Pertimbangan MUI Pusat di Jakarta pada Rabu (17/7). Pria yang kerap aktif terlibat sebagai juru damai itu mengatakan, pertemuan pemuda NU dengan Presiden Israel itu memang banyak menuai respon dari masyarakat. Apalagi saat ini tensi gempuran Israel ke Gaza terus meningkat.
"Sebenarnya tergantung cata atau makna kunjungannya. Kalau makna kunjungan itu ingin mendiskusikan perdamaian, itu boleh saja," kata JK yang beberapa hari lalu bertemu dengan pentolan Hamas di Doha, Qatar. JK mengatakan sering berdiskusi juga dengan pihak Israel.
Wakil Presiden ke 10 dan 12 itu mengatakan upaya untuk mendorong perdamaian harus didasari dengan rasa saling kenal. Selain itu juga harus saling penuh perhatian. Menurutnya jika tidak mengenal Israel, maka tidak bisa mendorong perdamaian. Begitupun sebaliknya jika hanya mengenal Palestina, sulit untuk mewujudkan perdamaian. Untuk itu JK mengatakan semua pihak harus terus saling berkomunikasi. Baik dengan Israel maupun Palestina.
"Walaupun kesalahannya (lima pemuda NU) sebenarnya karena dia tersenyum di fotonya," tutur JK. Terkait dengan eskalasi serangan Israel ke Gaza yang meningkat, JK mengatakan sulit dijelaskan. Karena kepentingan terhadap serangan Israel ke Gaza banyak sekali.
JK kemudian menyinggung pertemuannya dengan tokoh politik Hamas di Qatar beberapa waktu lalu. Dia mengatakan pertemuan itu untuk mendamaikan dahulu kelompok Hamas dan Fatah. Yang keduanya sama-sama Palestina. Dia menyampaikan di sana ada 13 faksi, yang ingin disatukan oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
JK juga menerima kabar setelah pertemuan itu, Hamas dan Fatah menggelar pertemuan di Tiongkok. Menurut informasi yang dia terima, pertemuan akan berlangsung pekan ini. Sambil tersenyum, JK mengatakan pertemuan Hamas dan Fatah digelar di Tiongkok karena ada hadist Nabi Muhammad yaitu belajar sampai ke China atau Tiongkok.
Sementara itu Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim menyesalkan pertemuan aktivis muda NU dengan Presiden Israel tersebut. ’’Mereka mau memperjuangkan Palestina atau apa sebenarnya,’’ katanya.
Menurut dia semua warga Indonesia berhak, bahkan wajib membela warga Palestina dengan berbagai cara. Tetapi tidak boleh melanggar atau menabrak konstitusi. Dia mencontohkan upaya Menlu Retno Marsudi yang selalu sesuai dengan koridor dalam membela Palestina. ’’Mereka tidak punya kepekaan sama sekali. Dan harus minta maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia,’’ tuturnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
