
Wapres ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) saat memberi ceramah tarawih Ramadhan 1444 Hijriah di Masjid Kampus UGM, Jogjakarta, pada Kamis (5/3). (Dok/UGM)
JawaPos.com - Pernyataan Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) soal penjelasan syahid antara agama Islam dan Kristen viral di media sosial. Pernyataan itu diduga disampaikan Jusuf Kalla saat mengisi ceramah tarawih Ramadhan 1447 Hijriah di Masjid Kampus UGM, Jogjakarta, pada Kamis (5/3).
"Islam dan Kristen berpendapat, mati atau menewaskan orang, mati atau mematikan itu syahid. Semua pihak, Kristen juga berpikir begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid, kalau saya mati pun saya syahid," kata JK sebagaimana pernyataan viral di media sosial, dikutip Minggu (12/4).
Sementara, juru bicara JK, Husain Abdullah, menegaskan bahwa potongan video yang beredar tidak menggambarkan keseluruhan isi ceramah yang disampaikan. Menurutnya, terdapat potongan konteks pernyataan yang tidak utuh tersebar di media sosial.
Husain memastikan, JK tidak sedang memberikan khotbah soal ajaran teologi Kristen maupun Islam. Menurutnya, JK hanya menjrlaskan realitas sosiologis yang terjadi saat konflik bernuansa SARA di Poso dan Ambon pada awal masa reformasi.
"Yang disampaikan Pak JK adalah realitas sosiologis di lapangan saat konflik pecah. Pada masa itu, benar terjadi bahwa baik kelompok Islam maupun Kristen sama-sama menyerukan 'perang suci' dan mengklaim bahwa membunuh pihak lawan atau mati dalam pertempuran adalah syahid. Itu fakta sejarah, bukan pendapat pribadi Pak JK," tegas Husain.
Menurutnya, fakta tersebut dapat dikonfirmasi kepada para tokoh yang terlibat dalam proses perundingan damai konflik Poso dan Ambon.
Ia menegaskan, tujuan ceramah JK untuk mengkritik dan meluruskan pemahaman keliru di tengah konflik saat itu.
Ia menekankan, JK berupaya menjelaskan kepada kedua pihak bahwa kekerasan yang terjadi tidak dapat dibenarkan sebagai perang suci.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
