Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Juni 2024 | 23.10 WIB

Kemenag: Kuota Haji 2024 Termasuk dalam Rekor Sejarah Indonesia hingga Tertinggi Serapannya, Cek Data Berikut Ini

Kuota Haji 2024 Termasuk dalam Rekor Sejarah Indonesia hingga Tertinggi Serapannya. (SULTAN/Pexels.com) - Image

Kuota Haji 2024 Termasuk dalam Rekor Sejarah Indonesia hingga Tertinggi Serapannya. (SULTAN/Pexels.com)

JawaPos.com - Akhirnya tahap keberangkatan jemaah haji Indonesia berakhir pada Selasa (11/6) lalu. Meski sudah tuntas, ternyata masih ada evaluasi tentang kuota haji dan seberapa tinggi serapannya di tahun 2024.

Dikutip dari laman kemenag.go.id tahap keberangkatan jemaah haji 2024 seiring kedatangan 333 jemaah kelompok terbang 106 Embarkasi Surabaya (SUB-106) di Makkah Al-Mukarramah.

Berdasarkan Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat dari 213.320 kuota haji reguler Indonesia, sebanyak 213.275 telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Kuota haji Indonesia tahun ini mencapai 241.000 jemaah. Jumlah ini terdiri atas 213.320 jemaah haji reguler dan 27.680 jemaah haji khusus.

Kemenag mengakui bahwa pelaksanaan haji 2024 merupakan kuota terbanyak dalam sejarah penyelenggaran ibadah haji Indonesia.

“Jumlah 213.320 adalah kuota terbanyak dalam sejarah haji Indonesia. Sampai penutupan keberangkatan, sebanyak 213.275 telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Lalu, ada 45 jemaah yang visanya sudah terbit, namun akhirnya batal berangkat karena beragam alasan. Sementara proses pemvisaan sudah ditutup sehingga sudah tidak dimungkinkan lagi dilakukan penggantian,” tegas Anna Hasbie di Makkah, Selasa (11/6) lalu.

Dia membeberkan, sisa sejumlah 45 jemaah ini adalah angka terkecil dalam konteks serapan kuota haji. Untuk itu, haji 2024 termasuk yang terbanyak dalam kuota dan tertinggi dalam serapannya. “Angka serapan kuotanya mencapai 99,98 persen,” tambahnya.

Sekadar informasi, berikut data kuota jemaah haji reguler yang tiba di Arab Saudi dalam 8 tahun terakhir penyelenggaran haji.

Tahun 2015: kuota 155.200, sisa 744 (0,48 persen)
Tahun 2016: kuota 155.200, sisa 759 (0,49 persen)
Tahun 2017: kuota 204.000, sisa 935 (0,46 persen)
Tahun 2018: kuota 204.000, sisa 649 (0,32 persen)
Tahun 2019: kuota 214.000, sisa 1.268 (0,59 persen)
Tahun 2022: kuota 92.825, sisa 157 (0,17 persen)
Tahun 2023: kuota 210. 680, sisa 898 (0,43 persen)
Tahun 2024: kuota 213.320, sisa 45 (0,02 persen)

Sementara itu, menurut keterangan di laman kemenag.go.id sampai saat ini jemaah yang wafat di Arab Saudi, baik Jeddah, Madinah, dan Makkah ada 84 orang.

Sedangkan, kini seluruh jemaah haji Indonesia sudah berada di Makkah Al-Mukarramah. Mereka sedang bersiap menyambut rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Jemaah akan mulai diberangkatkan dari hotel ke Arafah pada 14 Juni 2024 mendatang.

Di sisi lain, Direktur Layanan Haji dalam Negeri Kementerian Agama Saiful Mujab menambahkan, Kemenag sejak awal terus berupaya mengoptimalkan serapan kuota haji.

Salah satu pendekatannya adalah mempercepat dimulainya proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Bahkan, saat bersamaan, Kemenag juga membuka pelunasan bagi jemaah dengan status cadangan.

Perlu diketahui, pelunasan biaya haji bagi jemaah reguler dibuka dalam dua tahap. Tahap pertama dibuka sejak 10 Januari-12 Februari 2024. Tahap ini kemudian diperpanjang hingga 23 Februari 2024.

Untuk tahap kedua dibuka dari 13-26 Maret 2024. Saat itu baru 194.744 jemaah reguler yang melakukan pelunasan, sehingga pelunasan diperpanjang pada 1-5 April 2024.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore