Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Mei 2024 | 23.23 WIB

Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Sebut Dugaan Penguntitan Densus 88 ke Jampidsus Masih Simpang Siur

Menkopolhukam Hadi Tjahjanto bersama sejumlah menteri dan pejabat memberikan keterangan pers usai rapat terkait penanganan Pornografi Online di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (18/4/2024). - Image

Menkopolhukam Hadi Tjahjanto bersama sejumlah menteri dan pejabat memberikan keterangan pers usai rapat terkait penanganan Pornografi Online di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (18/4/2024).

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto menilai, pemberitaan soal dugaan penguntitan Densus 88 Antiteror Polri terhadap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) masih simpang siur. Hadi memastikan, dirinya siap pasang badan dan membuka dialog.
 
“Mungkin berita itu simpang siur saja. Biarlah saya nanti yang akan berbicara dengan keduanya. Percaya sama saya, nanti kalau ada apa-apa saya akan bicara,” kata Hadi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (27/5).
 
Hadi menambahkan, rencananya pada Selasa (28/5) besok akan dijadwalkan pertemuan rutin antara lembaga aparat penegak hukum (APH) di kantornya. Dia memastikan segala hal terkait hukum akan dibahas, termasuk berita simpang siur yang tengah ramai diperbincangkan.
 
 
“Besok juga bisa ketemu, karena kita ketemu dengan APH ya, itu jelas (membahas) masalah judi online, pornografi anak, seluruh permasalahan (terkecuali dugaan penguntitan Densus 88 ke Jampidsus Kejagung),” ucap Hadi.
 
Hadi pun memastikan, dirinya selalu melakukan pertemuan rutin dengan Jaksa Agung ST Burhanunddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Karena itu, mantan Panglima TNI ini meyakini situasi antar lembaga tersebut masih berjalan aman.
 
“Saya dengan Jaksa Agung dan Kapolri rutin setiap bulan ketemu di sini karena kita supaya tetap menjaga khususnya aparat penegak hukum kalau ada apa-apa pasti saya berkomunikasi langsung. Kapanpun, malam haripun kita tinggal japri terkait permasalahan-permasalahan di seluruh Indonesia semuanya, tapi adem semuanya,” tegas Hadi.
 
 
Sebagaimana diketahui, peristiwa penguntitan itu diduga terjadi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan pada Minggu (19/5) lalu, sekitar pukul 20.00-21.00 WIB. Febrie diikuti oleh dua orang yang diduga anggota Densus 88 sebuah restoran, dengan mengenakan pakaian santai dan wajah yang tertutup masker.
 
Mereka meminta untuk makan malam di lantai dua, yang ternyata satu lantai dengan Febrie di ruangan VIP. Mereka berdalih ingin merokok sebagai alasan memilih lantai dua.
 
Saat berlangsung, salah satu anggota Densus itu merekam kegiatan Febrie secara diam-diam. Sayangnya, aksi tersebut diketahui oleh polisi militer yang mengawal Febrie.
 
 
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Ketut Sumedana enggan menjelaskan dugaan penguntitan anggota Densus 88 Antiteror Polri terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah.
 
"Saya belum dapat infonya," ucap Ketut dikonfirmasi, Jumat (24/5).
 
Bahkan, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah mengirimkan personel untuk membantu peningkatan pengamanan di Kompleks Kejagung. Hal itu sebagaimana dikabarkan dalam akun media sosial Instagram, Puspom TNI. Dalam unggahannya, Puspom TNI mengirimkan personel ke Kejagung yang dipimpin Letnan Satu Pom Andri.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore