
Tangkapan layar sepasang mahasiswa diduga mesum di kampus UINSA. (ANTARA/Tangkapan layar video)
JawaPos.com - Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya sedang menghadapi sorotan publik yang intens menyusul dugaan kasus melibatkan sepasang mahasiswa yang terekam melakukan perbuatan tidak senonoh di salah satu gedung bertingkat kampus tersebut.
Kasus video tak senonoh di kampus Gunung Anyar ini menjadi perhatian utama setelah video perbuatan tersebut tersebar luas melalui media sosial.
Mengutip ANTARA, Wakil Rektor III UINSA Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Abdul Muhid, telah mengonfirmasi bahwa pihak universitas sedang gencar melakukan investigasi terkait kasus tersebut.
"Ini sedang diinvestigasi, kalau dilihat gedungnya di UINSA kampus Gunung Anyar," kata Prof. Abdul.
Proses investigasi ini melibatkan pemanggilan mahasiswa yang diduga terlibat untuk mengklarifikasi kebenaran dari video yang menjadi viral. Namun, reaksi syok dari mahasiswa yang dipanggil tersebut mengindikasikan seriusnya dampak yang ditimbulkan oleh penyebaran video tersebut.
"Mahasiswanya mungkin dalam keadaan syok karena sudah beredar ke teman-temannya. Maka dari itu, orang tuanya dipanggil untuk proses investigasi mendalam," ujarnya.
Untuk mengungkap kebenaran dan memastikan keadilan, pihak universitas memutuskan untuk melibatkan orang tua mahasiswa dalam proses investigasi lebih lanjut. Sanksi yang berat menanti jika terbukti bahwa mahasiswa yang terlibat merupakan bagian dari komunitas UINSA.
Sanksi tersebut akan disesuaikan dengan kode etik yang berlaku di UINSA, mulai dari teguran hingga pemutusan hubungan dengan universitas.
"Kami serahkan ke komite etik, sesuai kode etik UINSA, mulai dari teguran sampai tinggi (DO). Namanya juga hukuman. Kami belum bisa memastikan sebelum hasil investigasi selesai dan diserahkan ke komite etik," ucapnya.
Dalam upaya mengumpulkan bukti yang kuat, pihak universitas juga akan memeriksa rekaman CCTV dan memanggil saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa proses investigasi dilakukan secara transparan dan menghormati martabat serta integritas institusi.
"Itu yang perlu juga kami pelajari karena ini menyangkut harkat martabat," tuturnya.
Sebelumnya, penyebaran video melalui media sosial telah mencoreng nama baik universitas. Oleh karena itu, pihak universitas menegaskan komitmennya untuk menangani kasus ini dengan serius dan adil demi menjaga kehormatan dan reputasi UINSA.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
