
Mendiang penyair Joko Pinurbo semasa hidup.
JawaPos.com - Kabar duka datang dari penyair asal Jogjakarta, Joko Pinurbo. Pria yang akrab disapa Jokpin itu meninggal di usianya yang ke-61 tahun, pada Sabtu (27/4), pukul 06:03 di Rumah Sakit Panti Rapih, Jogyakarta.
Bagi para pengamat dan pecinta puisi di tanah air, tentunya tidak asing dengan karya-karya Joko Pinurbo. Kemahirannya dalam menjahit syair puisi menjadikannya sosok seniman sastra itu dikenal di dunia seni dan sastra.
Kemahiran Joko Pinurbo menjahit syair telah ditekuni selama 25 tahun, yakni sejak dirinya duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Syair-syair itu pun juga telah dimuat di beberapa media massa. Namun dirinya masih awam dalam merangkai kata waktu itu, sehingga tak banyak orang mengenalnya.
Ketika munculnya antologi puisi “Celana” pada tahun 1999 namanya pun mencuat dan mulai dikenal oleh masyarakat. Buku tersebut diterbitkan pertama kali oleh Indonesia Tera, Magelang. Dan di tahun 2018 diterbitkan ulang oleh Gramedia Pustaka Utama.
Nampaknya puisi “Celana” itu sebagai pembuka jalan kiprah Jokpin di dunia kepenyairan Jokpin. Dikutip oleh JawaPos.com, menurut wawancara yang dilakukan oleh Whiteboard Journal karyanya di dalam buku Celana itu mempu memancing perhatian masyarakat. Sebab, dia mengeksplorasi objek-objek sederhana yang ada disekitar untuk dijadikan sebagai objek puisi yang ciamik.
“Jadi dengan kata lain saya berhutang budi dengan “Celana”. Saya tidak akan pernah melupakan saat kumpulan puisi ini, ternyata dengan objek-objek sesederhana celana, kamar mandi, atau sarung justru mampu membuat saya lebih berkembang bahkan dianggap layak untuk diterbitkan setelah ditolak tiga kali,” kata Joko Pinurbo seperti yang dilansir di laman Whiteboard Journal (4/10/2017).
Sepak terjangnya dalam menjahit syair puisi tentunya tak sedikit jalan terjal yang dilalui. Beberapa kali gagal dalam menulis puisi. Puisi yang gagal tersebut lantas dibakar olehnya. Namun semangatnya terus membara.
Dia pun terus mengeksplorasi kata dan gaya bahasa. Akhirnya dia menemukan gaya bahasa yang menurutnya nyaman. Yakni perpaduan antara puisi jenaka, nyeleneh namun menyisipkan fenomena sosial. Lantas proses yang panjang itu tak membuat dirinya menyesal, malahan proses yang pernah dia lewati membersamainya menemukan hal yang baru.
“Setelah saya melakukan perubahan yang cukup radikal dalam gaya maupun pendekatan dalam berpuisi, ternyata kesabaran saya dalam 25 tahun lebih ada hasilnya. Jadi, saya tidak merasa menyesal bahwa 25 tahun saya belajar, berlatih dan banyak menghasilkan puisi meskipun gagal, karena justru proses pergulatan yang lama itulah yang mengantarkan saya pada penemuan sesuatu yang tidak terduga,” bebernya.
Tak hanya “Celana” saja yang fenomenal, dia juga menelurkan karya-karya lain yang nyeleneh namun mengandung banyak makna didalamnya, seperti Di Bawah Kibaran Sarung (2021), Celana Pacar Kecilku (2007), Tak Ada Asu Diantara Kita (2023) dan masih banyak lagi.
Karya-karyanya yang dikemas dengan apik itu telah mengantarkanku meraih beberapa penghargaan seperti Penghargaan Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta (2001), Sih Award (2001), Hadiah Sastra Lontar (2001), Tokoh Sastra Pilihan Tempo (2001, 2012), Penghargaan Sastra Badan Bahasa (2002, 2014).
Lalu Kusala Sastra Khatulistiwa (2005, 2015), dan South East Asian (SEA) Write Award (2014), Anugerah Kebudayaan Gubernur DIY (2019), Buku Akik Award (2020), dan lainnya. Karya-karya Jokpin kini sudah banyak diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Jerman, dan Mandarin.
***
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022