Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 September 2026 | 23.48 WIB

Soroti Isu Ketahanan Pangan, Mahasiswa Lintas Kampus di Jawa Ikuti Forum Rembuk Pangan di Jogjakarta

Sejumlah mahasiswa gabungan se-Jawa mengikuti Forum Rembuk Pangan di Jogjakarta untuk membahas isu ketahanan pangan nasional. (istimewa) - Image

Sejumlah mahasiswa gabungan se-Jawa mengikuti Forum Rembuk Pangan di Jogjakarta untuk membahas isu ketahanan pangan nasional. (istimewa)

JawaPos.com - Menanggapi ancaman krisis pangan dan dinamika kebijakan nasional, Rembuk Pemuda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Forum Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan dan Gizi Indonesia bertema "Rembuk Pangan" di Sleman, Jogjakarta, Rabu-Kamis, 9–10 September 2026.

Forum yang diikuti 170 peserta terkurasi itu mempertemukan kalangan mahasiswa, pelaku UMKM, akademisi, peneliti, hingga komunitas pertanian dari berbagai daerah. Baik Jogjakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

​Sejumlah mahasiswa perguruan tinggi yang turut dalam agenda itu antara lain UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UGM, UNY, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Brawijaya, UPY, UMS, UNS, hingga Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Kehadiran lintas elemen tersebut untuk membahas dan merumuskan usulan kritis dan konstruktif berbasis policy brief yang akan diserahkan kepada pemangku kebijakan, termasuk Kementerian Pertanian dan Badan Gizi Nasional (BGN). Para peserta juga menggelar deklarasi bersama untuk menjaga keberlanjutan ketahanan pangan di Tanah Air.

​Koordinator Rembuk Pemuda DIY, Ahmad Makarim Pramudita, menjelaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar mendasar yang harus diwaspadai bersama oleh seluruh lapisan masyarakat demi mencegah krisis multidimensi di masa depan.

​"Kementerian Pertanian pernah menyatakan bahwa Indonesia dapat bertahan dari krisis sebesar apa pun, berilmu sebesar apa pun, kecuali yang namanya krisis pangan. Ini yang kemudian menjadi concern kita pada saat ini, mengapa pangan menjadi hal yang penting untuk sama-sama kita perhatikan," kata Pram, sapaan Ahmad Makarim Pramudita, di sela kegiatan itu, Kamis (10/9).

​Ia menegaskan, forum ini bertujuan memecah sekat-sekat organisasi kepemudaan serta menghadirkan ruang kolaborasi yang inklusif. 

Menurutnya, spektrum latar belakang peserta yang luas dari wilayah DIY maupun luar Jawa dapat menjadi modal kuat dalam menghasilkan masukan efektif terhadap arah kebijakan strategis pemerintah.

​"Jadi, kita berdiri di sini atau hadir di sini sama-sama sebagai seorang pemikir, sama-sama sebagai orang yang ingin dan memiliki jiwa kepedulian yang sama terhadap ketahanan pangan nasional itu sendiri,"

Editor: Edi Yulianto
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore