Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 April 2024 | 13.38 WIB

Meski Ada Kecelakaan Hebat di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek, Kapolri Anggap Contraflow Masih Dibutuhkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan di Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang. - Image

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan di Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang.

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menilai rekayasa lalu lintas berupa contraflow masih dibutuhkan untuk mengurai kemacetan selama periode mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Adanya kecelakaan maut yang melibatkan 3 kendaraan di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek tidak semata menghilangkan manfaat contraflow.
 
"Titik-titik contraflow yang akan kita tempatkan yang kira-kira sesuai. Namun, disatu sisi memang contraflow tetap dibutuhkan," ujar Sigit, Selasa (9/4).
 
Meski begitu, Sigit memastikan evaluasi akan dilakukan dalam penerapan contraflow. Di sisi lain, pemudik yang merasa lelah agar segera istirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.
 
 
"Untuk pengaturan contraflow tadi, ini semua tentu akan terus kita evaluasi sehingga kemudian ada titik yang kemudian itu nanti kurang kita one way. Namun, di titik lain akan kita rubah menjadi contraflow berdasarkan kebutuhan di lapangan," jelasnya. 
 
Sebelumnya, kecelakaan adu banteng terjadi di lajur contraflow tol Jakarta-Cikampek, tepatnya KM 58. Kecelakaan ini melibatkan 3 kendaraan. Yakni Daihatsu Grand Max yang melaju dari arah Jakarta. Sedangkan dua kendaraan lainnya, Daihatsu Terios dan bus Primajasa.
 
"Jadi kecelakaan yang berakibat korban meninggal dunia dan 2 kendaraan terbakar yang melibatkan 3 kendaraan," kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan di Tol Jakarta-Cikampek, Senin (8/4).
 
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.04 WIB. Akibat kecelakaan ini, kendaraan Grand Max terbakar hebat.
 
 
Aan belum bisa memastikan penyebab kecelakaan ini. Olah TKP segera dilakukan oleh penyidik.
 
"Kemudian, korban dari bus yang terlibat ini ada 1 luka berat. Kemudian dari kendaraan Terios ada 1 luka ringan. Kemudian dari Grand Max nih kita ada 12 kantong mayat tadi ya yang kita bawa ke RSUD Karawang," jelasnya.
 
Korban sendiri seluruhnya tewas terbakar. Sehingga belum bisa diidentifikasi oleh petugas. Jumlahnya pun akan dipastikan ulang. Sejauh ini kendaraan Grand Max memiliki data STNK berasal dari Jakarta Timur.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore