Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 April 2024 | 14.33 WIB

Gerhana Matahari Total akan Terjadi Menjelang Lebaran, Apakah dapat Menyaksikannya di Indonesia?

Fenomena Gerhana Matahari Total. (sumber: australiangeographic) - Image

Fenomena Gerhana Matahari Total. (sumber: australiangeographic)

JawaPos.com - Fenomena gerhana matahari total akan terjadi tahun ini. Fenomena tersebut terjadi karena bulan berada sejajar atau posisinya sama matahari dan bumi. Posisi ini juga menyebabkan bulan akan menutupi matahari.

Gerhana matahari ini diprediksi akan terjadi dua hari sebelum lebaran. Tepatnya, di hari Senin, 8 April 2024. Dilansir dari website Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), peristiwa ini akan terjadi di Eropa Barat, Amerika Utara, Amerika Selatan, Samudera Pasifik, Atlantik, dan Arktik.

Dilansir dari website NASA, fenomena ini  akan berlangsung lebih lama daripada gerhana matahari yang terjadi di tahun 2017.

Gerhana matahari total akan berlangsung selama 4 menit 28 detik di wilayah barat laut Torreón, Meksiko.

Selanjutnya, saat gerhana memasuki Texas, diperkirakan akan berlangsung selama 4 menit 26 detik.

Durasi lebih dari 4 menit akan membentang ke utara hingga Indiana. Saat gerhana keluar dari Amerika Serikat dan bersiap memasuki kanada, akan berlambang selama 3 menit 21 detik.

NASA mengimbau bagi warga yang ingin menyaksikan gerhana secara langsung untuk memprioritaskan keselamatan terlebih dahulu.

Terutama memakai pelindung mata khusus yang dirancang untuk melihat sinar matahari secara langsung. Selain itu, dapat juga menggunakan teleskop.

Dilansir dari TheVerge, Kepala Penelitian dan Analisis Heliofisika NASA, Patrick Koehn menyebutkan peristiwa gerhana matahari total adalah fenomena langka.

Dirinya mengatakan manusia hanya dapat menyaksikan peristiwa ini dua kali seumur hidup. Saking langkanya, fenomena gerhana matahari total lebih jarang terjadi dan dapat disaksikan kembali puluhan tahun ke depan.

Tanggal 8 April 2024 nanti, bulan akan berada cukup dekat dengan bumi dan menutup matahari secara keseluruhan. Peristiwa tersebut tidak akan terjadi lagi selama dua dekade hingga tanggal 23 Agustus 2044.

Sebenarnya, fenomena yang sama juga pernah terjadi pada 21 Agustus 2017. Perbedaan peristiwa tersebut dengan gerhana matahari total mendatang adalah jalur totalitas yang lebih sempit.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore