
Gedung BRIN.
JawaPos.com – Pengaruh kebudayaan Indonesia masih begitu kuat di kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Hasil penelitian Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN menyebutkan, penggunaan bahasa Indonesia di perbatasan kedua negara sangat dominan.
Lokasi penelitian itu adalah Kefamenanu, Atambua, dan sepanjang jalan negara yang menghubungkan wilayah Indonesia dengan Timor Leste di sejumlah pos lintas batas negara. Penelitian tersebut memotret penggunaan bahasa pada tanda, papan nama, atau media sejenisnya di sejumlah ruang publik.
Ketua tim penelitian dari Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN Budi Agung Sudarmanto menyampaikan, data yang dikumpulkan berasal dari semua tanda yang ditemukan di ruang publik.
’’Termasuk tanda pada pintu atau jendela toko atau kantor,’’ katanya dalam rilis di Jakarta kemarin.
Kriteria lainnya adalah tanda atau tulisan itu harus cukup besar dan mudah terbaca oleh orang yang lewat. Tanda baca juga harus dalam bentuk tulisan, bukan dalam bentuk gambar atau video. Tulisan tersebut dikumpulkan antara lain dari kantor pemerintahan, hotel, toko, dan warung makan.
Kemudian juga dari reklame atau papan iklan, nama bangunan, serta nama atau penanda jalan. Total tanda atau tulisan yang mereka kumpulkan berjumlah 2.387 tanda. Dari jumlah tersebut, ada delapan bahasa yang digunakan. Bahasa Indonesia menduduki posisi teratas dengan penggunaan mencapai 2.314 tanda atau bacaan. Disusul bahasa Inggris sebanyak 763 tanda atau bacaan.
Dari hasil penelitian itu bisa digambarkan bahwa bahasa Indonesia sudah menjadi sarana komunikasi yang dominan di perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Kondisi itu menunjukkan hubungan kekerabatan dan warisan budaya yang kuat di antara kedua negara.
Selain itu, Budi mengatakan, dalam penelitian tersebut ditemukan penggunaan bahasa daerah. Tetapi, jumlahnya sangat sedikit. Temuan menarik lainnya adalah penggunaan dwibahasa antara Indonesia dan Inggris. Penggunaan multibahasa itu banyak ditemukan pada promosi barang dan jasa.
Dia menjelaskan, kesamaan latar belakang bahasa, budaya, dan hubungan kekerabatan masyarakat di perbatasan kedua negara menjadi alasan utama dominasi bahasa Indonesia di sana. Bahkan dominasi bahasa Indonesia di sana lebih kuat ketimbang bahasa resmi Timor Leste. (wan/c19/ttg)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
