Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Maret 2024 | 20.48 WIB

Honda dan Nissan Umumkan Kemitraan untuk Lawan Tesla juga EV Tiongkok

Ilustrasi: Mobil listrik Honda. (Bangkok Post) - Image

Ilustrasi: Mobil listrik Honda. (Bangkok Post)

 
JawaPos.com - Saat ini, di bidang otomotif, ekspansi dan kehadiran Tiongkok bisa dibilang cukup terasa. Khususnya di kategori kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) merek Tiongkok semakin massif hadir ke banyak negara. 
 
Senggolan Tiongkok tampaknya bikin merek Jepang ketar-ketir juga. Hal ini dibuktikan dengan dua merek Jepang yakni Honda dan Nissan yang baru saja mengumumkan kemitraan. Lawan yang disasar tidak hanya merek EV tTiongkok, tapi juga Tesla.
 
Rencananya masih dalam tahap awal, namun kedua merek telah sepakat untuk memulai studi kelayakan untuk melihat bagaimana mereka dapat bekerja sama untuk membangun kendaraan listrik atau suku cadang kendaraan listrik serta perangkat lunak terkait kendaraan listrik. 
 
 
Presiden Honda Toshihiro Mibe mengatakan perusahaannya belum memutuskan rincian potensi kolaborasi tersebut, namun CEO Nissan Makoto Uchida mengklaim mereka terbuka untuk bekerja sama secara global, dan tidak hanya di Jepang .
 
“Pemain-pemain baru sangat agresif dan membuat terobosan dengan kecepatan luar biasa,” kata Uchida kepada wartawan, menyinggung semakin besarnya ancaman yang ditimbulkan oleh produsen mobil Tiongkok, meskipun ia juga mempertimbangkan Tesla 
 
“Kita tidak bisa memenangkan persaingan selama kita tetap berpegang pada kearifan konvensional dan pendekatan tradisional,” tambahnya sebagaimana dilansir dari Reuters via Carscoops.
 
Nissan sendiri merupakan pionir kendaraan listrik berkat peluncuran Leaf pada tahun 2010 lalu. Sayangnya, merek tersebut gagal mempertahankan momentum tersebut di bidang listrik dalam beberapa tahun terakhir.
 
Kerjasama Honda-Nissan mungkin tampak seperti aliansi yang aneh, mengingat Nissan sudah bekerja sama dengan Renault dan saat ini sedang mengerjakan Micra generasi berikutnya yang akan menggunakan platform EV yang sama dengan Renault 5 dan bahkan dibuat pada tahun 2017 di pabrik yang sama di Perancis. 
 
Dan yang lebih rumit lagi, Renault baru-baru ini mulai menarik diri dari Nissan dan menandatangani kesepakatan dengan produsen mobil China Geely. Namun Uchida dari Nissan mengklaim program kerja sama apa pun dengan Honda tidak akan berdampak pada perjanjiannya dengan Renault, yang sebagian besar berdampak pada pasar Eropa.
 
Honda juga memiliki usaha patungan sendiri. Di Amerika, mereka menggunakan teknologi GM Ultium untuk membuat dan menjual kendaraan listrik yang memakai lencana Honda dan Acura dan memiliki kesepakatan terpisah dengan Sony yang berfokus untuk membawa tiga mobil listrik ke pasar pada akhir dekade ini.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore