
pesawat tipe A-330 milik Batik Air yang akan digunakan untuk menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, China, di Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Sabtu (1/2/2020). Upacara pelepasan tim evakuasi ini diikuti oleh 42 tim evakuasi WNI gabungan dar
JawaPos.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusut insiden pilot dan kopilot Batik Air yang tertidur saat bertugas. Dua orang itu telah dinonaktifkan atau di-grounded sampai proses investigasi selesai.
Insiden itu terungkap dari preliminary report atau laporan pendahuluan yang dibuat Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Dalam laporan yang dikeluarkan pada 27 Februari 2024 tersebut, dijelaskan secara terperinci kronologi kejadian pilot dan kopilot yang tertidur selama sekitar 28 menit saat bertugas pada 25 Februari tersebut.
Pilot diketahui berusia 32 tahun dan kopilot 28 tahun. Mereka menerbangkan pesawat BTK6723 bersama empat pramugari. Penerbangan pertama dilakukan dari Jakarta menuju Kendari pada pukul 02.55 WIB.
Saat persiapan sebelum terbang, kopilot atau second-in-command (SIC) sempat memberi tahu pilot in command (PIC) atau pilot bahwa dirinya kurang istirahat. Dalam penerbangan itu, PIC bertugas sebagai pilot flying (PF). SIC bertugas sebagai pilot monitoring (PM).
Setelah pesawat lepas landas dan terbang pada ketinggian 36.000 kaki, pilot menawari kopilot untuk beristirahat. Kopilot kemudian tidur di kokpit sekitar 30 menit. Saat itu pilot mengambil alih tugas kopilot sebagai PM.
”SIC terbangun sebelum pesawat mulai turun (landing di Kendari, Red),” ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam laporannya dikutip kemarin (9/3).
Namun, menara pengatur lalu lintas pesawat/air traffic control (ATC) di Bandara Kendari memberi tahu bahwa kondisi cuaca sedang kurang baik dan bandara belum buka. Karena itu, pesawat melakukan holding sekitar 30 menit di Waypoint ESGIX yang terletak 14 Nm dari bandara pada bearing 260. Pesawat akhirnya mendarat di Kendari pada pukul 07.48 waktu setempat.
Selama masa transit ini, pilot dan kopilot diketahui menyantap mi instan di kokpit. Setelah penurunan penumpang, pesawat bersiap kembali ke Jakarta dengan membawa 153 penumpang.
Saat pesawat mulai bergerak untuk terbang, pilot dan kopilot menggunakan headset untuk memantau komunikasi radio pengatur lalu lintas. Pengeras suara kokpit menyala dengan volume minimal. Pesawat akhirnya take off pada pukul 08.05 waktu setempat. Dalam penerbangan ini, pilot bertindak sebagai pilot pemantau dan kopilot sebagai pilot terbang (PF).
Kemudian, saat pesawat sudah berada di ketinggian 22.000 kaki, komunikasi penerbangan beralih dari ATC Kendari ke ATC Makassar. Pesawat terus menanjak hingga ketinggian jelajah 36.000 kaki.
Setengah jam kemudian, setelah mempertahankan ketinggian jelajah, kedua pilot melepas headset dan volume pengeras suara kokpit ditingkatkan. Lalu, pilot meminta izin istirahat kepada kopilot. Saat pilot tidur, kopilot mengambil alih tugas pilot sebagai pilot pemantau.
Pada pukul 08.22 WIB, pilot terbangun dan bertanya apakah kopilot ingin istirahat. Namun, kopilot menjawab tidak. Mereka kemudian melakukan percakapan nontugas selama sekitar 30 detik dan kemudian PIC melanjutkan tidur.
Pada pukul 08.24 WIB, kopilot meminta izin Area Control Center (ACC) Makassar untuk terbang menuju 275 derajat guna menghindari cuaca buruk dan izin disetujui. Kopilot lantas berkomunikasi dengan flight attendant melalui interphone untuk menanyakan kondisi penumpang karena merasa pesawat mengalami turbulensi ringan. Salah satu awak kabin menanggapi dan mengatakan penumpang baik-baik saja.
Pada pukul 08.42 WIB, ACC Makassar menginstruksikan untuk menghubungi ATC ACC Jakarta dan perintahnya dibacakan kembali oleh kopilot. Instruksi dilaksanakan.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
