Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Januari 2023 | 14.08 WIB

Peneliti BRIN Sebut Kemunculan Pulau Baru di Maluku Fenomena Wajar

Fenomena pulau baru di Desa Teinaman kecamatan Tanimbar utara, pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang Maluku. ANTARA/Ho-Dokumentasi warga. - Image

Fenomena pulau baru di Desa Teinaman kecamatan Tanimbar utara, pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang Maluku. ANTARA/Ho-Dokumentasi warga.

JawaPos.com - Peneliti Ahli Utama bidang Geologi Kuarter BRIN Eko Yulianto mengatakan fenomena munculnya pulau baru di Tanimbar Utara, Maluku usai terjadi gempa berkekuatan 7,5 SR adalah hal yang sangat wajar. Dia mengatakan fenomena yang terjadi itu adalah pembentukan gunung lumpur (mud volcano).

Dia menegaskan meskipun terminologi yang dipakai gunung, pembentukan gunung lumpur itu tidak ada kaitannya dengan gunung berapi. "Meskipun terminologinya gunung, itu hanya gundukan saja," katanya Rabu (11/1). Di dalamnya tidak ada dapur magma layaknya gunung berapi. Apalagi dapur magma letaknya cukup dalam.

Eko mengatakan munculnya pulau atau gunung baru itu, sama seperti pembentukan pulau-pulau lainnya di Indonesia. Bedanya pulau-pulau lain, sudah terbentuk setelah melewati proses waktu yang sangat lama. Bisa jutaan tahun yang lalu.

Menurut dia adanya gempa berkekuatan besar, memang bisa diikuti pembentukan pulau baru. Seperti saat terjadi gempa Aceh pada 2004 lalu yang berkekuatan 9,3 SR, juga diikuti fenomena hampir sama. Yaitu terangkatnya Pulau Simeulue bagian utara sekitar 3 meter. Sebaliknya di bagian selatan turun. Lalu saat terjadi gempa Nias di 2005, bagian selatan Pulau Simeulue naik dan bagian utara turun.

"Akibatnya banyak sumur warga tiba-tiba hilang," katanya. Kemudian di bagian daratan yang turun, berubah menjadi laut. Pohon-pohon yang sebelumnya tumbuh subur, menjadi tenggelam air laut.

Eko menduga sebelum terjadi gempa, di titik munculnya pulau baru itu sebelumnya adalah laut dangkal. Kemudian ketika gempa menyentak, dasar laut dangkal itu menyeruak atau menyembul sampai ke permukaan air laut.

Dia lantas menjelaskan fenomena gunung lumpur juga bisa terjadi di daratan. Contohnya pada semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo. Bedanya pada kasus di Sidoarjo, semburan lumpur muncul akibat galian atau lubang bor. Sedangkan yang terjadi di Maluku, dipicu dorongan yang kuat akibat adanya gempa. Selain itu tumbukan lempeng juga bisa memunculkan fenomena serupa.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore