Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Desember 2022 | 01.22 WIB

Ikut Lapak Ganjar, Tas Etnik Produksi UMKM Jawa Timur Tembus Singapura

Rr Tiwung Dyan Ekawati, pemilik usaha Dian Art merasakan keuntungan dengan ikut Lapak Ganjar.(Istimewa) - Image

Rr Tiwung Dyan Ekawati, pemilik usaha Dian Art merasakan keuntungan dengan ikut Lapak Ganjar.(Istimewa)

JawaPos.com – Lapak Ganjar, program promosi UMKM lewat media sosial yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, telah mendongkrak usaha UMKM-UMKM. Bahkan tak hanya di Jateng, UMKM asal Jawa Timur pun ikut menikmati keuntungan dengan ikut di Lapak Ganjar.

Hal ini seperti yang diungkapkan Rr Tiwung Dyan Ekawati, pemilik usaha Dian Art. Usaha ini bergerak dalam pembuatan kerajinan tas etnik dari berbagai bahan. Seperti dari enceng gondok, serat nanas, hingga rotan, dengan hiasan manik-manik, kristal dan lainnya.

Dyan mengatakan, saat ini dia benar-benar merasakan keuntungan dengan ikut Lapak Ganjar. Omzetnya meningkat hingga 40 persen, dan pasar tas kerajinannya pun kian meluas, tak hanya di wilayah Jatim.

“Dulu dari hanya sambilan tas, yang tadinya satu minggu, dua (laku). Ini hampir setiap hari (laku). Bertambahlah dengan ikut di Lapak Ganjar. Omzet ada tambahan sekitar 30-40 persen," kata Dyan yang memiliki tempak produksi di Perum Bumi Suko Indah BB/04, Salam, Desa Suko, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur itu.

Photo

Rr Tiwung Dyan Ekawati, pemilik usaha Dian Art merasakan keuntungan dengan ikut Lapak Ganjar.(Istimewa)

Dia pun menceritakan awal mula bisa bergabung dengan Lapak Ganjar. Awalnya, kata Dyan, dia merupakan pengikut atau follower Instagram @GanjarPranowo. Lalu dia melihat saat itu Lapak Ganjar tengah memasuki promosi edisi tas.

Dyan pun tak ragu-ragu langsung ikut gabung, mempromosikan tas hasil produksinya. Tak disangka, dari situ permintaan tas meningkat. Selain itu, usaha Dyan juga makin dikenal luas usai ikut Lapak Ganjar. Dari semula pasarnya hanya Surabaya dan Jakarta, kini merambah hingga luar pulau.

"Pangsa pasarnya sampai ke luar pulau. Ada juga yang beli orang Singapura. Karena pameran di Batam. Dengan Singapura juga dekat. Diborong sama orang Singapura. Juga pernah dibeli dari Belanda," tutur dia.

Selain itu, dia juga bisa membuka lapangan pekerjaan seiring berkembangnya usaha. Terutama, bagi mereka yang membutuhkan. Saat ini, Dyan telah mengajak tetangga hingga saudaranya untuk bersama membantunya. Total saat ini ada lima orang ikut bekerja.

Berdasarkan pengalamannya itu, Dyan menilai Lapak Ganjar memang sangat berdampak pada usahanya. Maka Dyan berharap, agar program Lapak Ganjar tetap berlanjut, supaya semakin banyak UMKM yang bisa merasakan manfaatnya.

"Dengan adanya program Lapak Ganjar, banyak menambah income atau ada tambahan. Sebaiknya, Lapak Ganjar memang diteruskan karena bisa membantu. Bisa menambah omzet. Jadi tolong, Lapak Ganjar ini jangan berhenti," harap Dyan.

Dyan menjelaskan sekilas tas kerajinannya, yaitu terbuat dari berbagai bahan. Seperti dari enceng gondok, serat nanas, hingga rotan. Kemudian, dia mengkreasikannya dengan mengolaborasikan dengan bahan lainnya. Misalnya, tas dari bahan enceng gondok supaya dapat memiliki nilai jual yang tinggi, dia berikan hiasan supaya bisa menambah nilai jual dan lebih estetik. (bay/ria)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore